Kunker ke Flotim: VBL Gubernur Pertama Tidur di Solor

  • Whatsapp
????????????????????????????????????

HARI Senin,  27 Juli 2020. Pelabuhan Rakyat Ongalereng, Solor Barat,  Flores Timur. Sudah rembang petang. Sebentar lagi matahari kembali ke peraduannya.

Tetapi manusia menyemut. Tumpah ruah. Tua muda. Laki perempuan. Membaur. Berdiri saja di kawasan pelabuhan sederhana itu. Menyambut kedatangan Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan rombongan. Kapal pribadi yang membawa Gubernur VBL dan rombongan dari Pelabuhan Larantuka merapat.

Bacaan Lainnya

Di pintu pelabuhan, manusia berjajar. Tetua adat, pemuka masyarakat berdiri menyambut. Lengkap dengan pakaian adat. Sebatang pisang tertancap di tanah.

 

Seorang tetua adat menyapa. Koda kelake dalam bahasa setempat. Selempang dan sarung  dikenakan kepada orang nomor satu  NTT itu. Arak (sopi) dituangkan. Diberi dan kemudian direguk Gubernur VBL.   Sesudah itu sebilah parang diserahkan ke Gubernur VBL. Sekali ayun, pisang yang berdiri tegak itu putus. Jatuh mencium bumi. Ditebang Gubernur VBL.

Gubernur VBL duet bersama seorang staf Humas Setda Flotim di Ongalereng, Solor Barat, Flotim

Dengan ritual singkat itu warga Solor resmi menyambut Gubernur VBL. Sambutan yang luar biasa. Penuh kehangatan.  Jarang mereka menyambut orang penting, orang besar, dengan ritual lengkap dan hangat seperti itu.

Dari pelabuhan, semua mengayun langkah. Jalan kaki ke tenda yang sudah disiapkan. Sekitar 200 meter dari pelabuhan. Kursi-kursi plastik penuh. Disusun, bahkan sampai di luar tenda. Suguhan makanan lokal segera diedar. Ubi talas, singkong, pisang goreng, jagung titi.  Sambil menyeruput kopi dan teh panas, penganan lokal itu segera ludes.  Langsung tandas.

Semua yang ditenda benar-benar menikmati. Gubernur ditemani Bupati Anton Hadjon dan Wakil Bupati Agus Boli duduk di depan. Rileks. Santai.

Usai makan malam, suasana lebih santai lagi.  Pembawa acara menyumbang lagu. Ibu Bupati, Nyonya Lusia Gege Hadjon,  sumbang beberapa lagu. Ibu bupati yang jadi bintang malam itu. Dia total menjamu gubernur dan rombongan. Apalagi Ongalereng itu kampungnya.

“Kami orang Solor begini sudah Pak Gub. Solor ini batu bertanah, bukan tanah berbatu. Tetapi  Solor itu juga artinya sorgum dan kelor,” kata Nyonya Lusia.

Ketika lagu Bale Nagi dilantunkan, spontan Gubernur VBL bergegas menuju tempat penyanyi. Berdiri disamping. Menerima pengeras suara. Dan…. ikut melantun.  Suaranya serak-serak. Tak peduli. Yang penting menikmati dan gembira. Semua yang hadir bergirang. Tepuk tangan membahana.

Ketika didaulat berbicara, Gubernur VBL menimpali. “Saya omong lagi kah?” Pria asal Semau itu tentu tidak mau suasana  malam itu jadi formal.

“Terima kasih banyak karena saya boleh berada di tempat yang mahal seperti ini. Setiap hari saya dengan acara-acara formal dan resmi di gedung-gedung, hotel  dan kantor.  Malam ini saya mau senang-senang dengan masyarakat di sini. Besok saya akan lihat kondisi jalan di sini seperti apa, baru kita desain bagaimana membangun jalan provinsi di sini,” kata Gubernur VBL.

Gubernur VBL menari dolo-dolo di Ongalereng, Solor Barat, Flotim

VBL mengakui saat ini masih pandemi Covid-19. Virus laknat yang memusingkan kepala. “Tetapi kita juga perlu bergembira, jangan terlalu cemas dan takut dengan corona,” tambah Gubernur VBL.

Gubernur VBL memuji masyarakat Solor yang menyambutnya begitu hangat malam itu hingga bisa tidur di Solor. “Terima kasih  kepada warga Solor. Terima kasih kepada bupati dan wakil bupati, dua anak muda yang hebat ini. Lebih khusus terima kasih kepada Ibu Bupati, Ketua Tim Penggerak PKK yang luar biasa dan cantik ini,” tandas Gubernur VBL.

Bupati Anton Hadjon dalam sambutannya memberi apresiasi tinggi kepada Gubernur VBL yang mengunjungi  Solor. “Pak Viktor adalah gubernur pertama yang tidur di Solor,” kata Anton. Tepuk tangan kembali membahana.

Gubenur VBL dan Bupati Flotim, Anton Hadjon, santai tetapi serius dialog

Orang Solor senang. Bangga. Derajat dan harga diri mereka seperti terangkat. Gubernur bisa tidur di  pulau mereka. Pulau cendana yang berabad-abad lalu jadi incaran para pedagang dari Eropa. Pusat misi Katolik berabad-abad silam.

Tidak hanya menyanyi, Gubernur VBL juga membaur dan menyatu dengan warga menari dolo-dolo dan ja’i. Sangat kelihatan  politisi Partai Nasdem itu menikmati kebersamaan dengan masyarakat.

Ketika seorang gubernur sampai tidur di Solor, itu punya makna jauh.  Pulau ini begini lama tahun seperti terabaikan dalam desain pembangunan pemerintah. Dari pusat sampai desa.  Maka satu saja harapan mereka. Agar pembangunan juga menyentuh Pulau Solor. Pulau yang sudah menyumbang  seorang  putranya menjadi Bupati Flores Timur pada periode lalu. Pulau yang sekarang mengirim dua putra ke Senayan Jakarta jadi anggota DPR RI. Satu dari daerah pemilihan I NTT. Yang satu lagi dari daerah pemilihan Banten.

Maka kunjungan Gubernur VBL ke Solor adalah sebuah harapan akan perubahan. Satu saja perubahan yang orang Solor nantikan.  Yakni perbaikan jalan trans Solor. Ini jalan provinsi, yang kondisinya sungguh mengerikan. Berbatu-batu. Bopeng di mana-mana.

Akan halnya dengan harapan ini, Gubernur VBL menjawab lantang. “Jalan provinsi akan dibereskan tahun depan,” tegasnya. (tony kleden/kerja sama dengan biro humas setda ntt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *