Gegara Aniaya Sapi Hingga Tewas, Dua Warga TTU Dihukum Tiga Bulan Penjara

KEFAMENANU KABARNTT.CO — Jaksa pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Timor Tengah Utara (Kejari TTU) mengeksekusi dua Terdakwa dalam kasus pidana penganiayaan ternak sapi.

Dua Terdakwa yang di eksekusi pidana penjara adalah Johanis Abi dan Zakarias Abi, di pidana penjara selama 3 bulan.

Bacaan Lainnya

Para Terdakwa di eksekusi karena terbukti melanggar hukum menjerat dan menganiaya (pukul) ternak sapi hingga tewas.

Kasi Intelijen Kejari TTU, S. Hendrik Tiip, S.H.

Kepala Kejari TTU, Robert Jimmy Lambila melalui Kasi Intelijen Kejari TTU, S. Hendrik Tiip, menjelaskan bahwa pada Selasa 2 April 2024, pukul 15.40 wita, Jaksa Eksekutor pada Kejaksaan Negeri TTU melaksanakan eksekusi atas putusan Pengadilan Tinggi Kupang Nomor ; 136/PID/2023/PT.Kpg tanggal 8 November 2023 dalam perkara Tingkat banding atas nama terdakwa I Johanis Abi dan Terdakwa II Zakarias Abi.

Ia melanjutkan, dalam amar putusan Pengadilan Tinggi Kupang
menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan penganiayaan hewan sapi yang mengakibatkan cacat atau mati.

“Para terdakwa dihukum pidana penjara masing- masing 3 bulan,” jelasnya.

Hendrik mengatakan,
sebelumnya oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kefamenanu pada 30 Agustus 2024 menghukum para terdakwa dengan pidana penjara selama 3 bulan.

Peristiwa perbuatan melawan hukum tersebut terjadi pada bulan Februari 2022 di hutan Oemina, Desa Maurisu Utara Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU.

Bermula kedua terdakwa membuat 23 jerat sapi dan dari jeratan sapi itu 1 ekor sapi terjerat tali sehingga ternak sapi tersebut mengalami luka cacat terpotong hingga menyebabkan sapi mati.

“Kemarin sore Selasa 2 April 2024 putusannya sudah dieksekusi oleh Penuntut Umum ke rutan Kefamenanu,” ungkap Hendrik.

Hendrik menuturkan pesan moril dari perkara ini agar jangan mengambil hak orang lain secara melawan hukum. Sebab perbuatan melawan hukum tentunya ada sanksi hukumnya.

” Semoga kasus ini menjadi pembelajaran, menjadi efek jerah untuk masyarakat agar jangan mengambil hak orang lain secara melawan hukum,” tutupnya. (Siu)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *