Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Berencana di TTU Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup

KEFAMENANU KABARNTT.CO — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU) menuntut dua terdakwa kasus pembunuhan berencana di Desa Sone, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hukuman penjara seumur hidup.

Kedua terdakwa yang dituntut JPU Kejari TTU adalah Hubertus Kusi dan Laurensius Leu.

Bacaan Lainnya

Tuntutan terhadap para terdakwa kasus pembunuhan secara keji ini dilakukan Jaksa penuntut umum Kejari TTU pada sidang dengan agenda tuntutan penuntut umum di Pengadilan Negeri Kefamenanu Kelas II, Kamis (3/4/2024).

Sidang tersebut dipimpin secara langsung oleh Ketua Majelis Hakim A. A. Gde Agung Jiwandana, S.H didampingi Hakim Pahala Yudha Anugraha, S.H dan Hakim Muhamad N. Jarmoko, S.H., M.H.

Dalam sidang tersebut, Penuntut Umum, Hera Ayu Saputri lebih dahulu membacakan Tuntutan atas nama Terdakwa Laurensius Leu yang dalam pertimbangan tuntutan Penuntut Umum, Hera Ayu Saputri menjelaskan bahwa perbuatan terdakwa sangat keji dan tidak berperikemanusiaan sehingga harus dihukum setimpal perbuatan terdakwa.

Penuntut Umum, Hera Ayu dalam Amar Tuntutannya menyatakan, Terdakwa Laurensius Leu terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan secara berencana sebagaimana Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 Ayat 1 Ke- 1 KUHP dan menuntut Terdakwa dengan pidana penjara Seumur Hidup.

Pada sesi lanjutan, Penuntut Umum Muhamad Setia Wijaksana membacakan tuntutan atas nama terdakwa Heribertus Kusi. Didalam pertimbangan Penuntut Umum bahwa Terdakwa Heriberus Kusi melakukan tindak pidana secara keji dan tak berperikemanusiaan dan berbelit belit dipersidangan sehingga menuntut Terdakwa Heribertus Kusi dengan amar tuntutan bahwa terdakwa terbukti turut serta bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan menuntut Terdakwa Heribertus Kusi dengan pidana penjara Seumur Hidup.

Diinformasikan, sidang akan dilanjutkan pada hari rabu tanggal 17 April 2024 dengan agenda pledoi dari Penasihat Hukum para terdakwa. (Siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *