Warloka Jadi Kampung Nelayan, Dirjen Perikanan Harap Ada Kolaborasi

LABUAN BAJO KABARNTT.CO–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menetapkan Desa Warloka Pesisir di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menjadi  role model Kampung Nelayan Maju Tahun 2022.

“Demi meningkatkan kesejahteraan nelayan perlu adanya sinergi dengan pihak lain seperti kementerian, lembaga lain, akademisi, organisasi, dan lembaga swadaya masyarakat,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, TB Haeru Rahayu.

Bacaan Lainnya
tonykleden

Hal itu dikatakan Haeru saat mengunjungi Kampung Warloka memenuhi undangan PBNU yang menyelenggarakan peringatan Hari lahir (Harlah) ke-96 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (5/2/2021).

Haeru  meyakini komitmen PBNU untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan merupakan kebanggaan bagi KKP.

“Karena itu kami sadar pemerintah tidak berjalan sendiri. Kami sangat berterima kasih kepada Ketua Umum PBNU atas undangan di harlah ini, sebagai upaya memajukan sektor kelautan dan perikanan,” kata Haeru.

Haeru mengakui bahwa kehidupan para nelayan saat ini belum sejahtera. Karena itu perlu adanya sinergi dan kolaborasi bersama.

Haeru  berkomitmen akan mengembangkan Kampung Nelayan Warloka sebagai Kampung Nelayan yang maju. Karena itu KKP akan fokus mengembangkan kampung perikanan budidaya.

Haeru  menargetkan 130 kampung perikanan budidaya terbentuk pada tahun 2022 dan 150 kampung pada tahun 2023 dan 400 lebih pada 2024 mendatang. Salah satunya adalah Kampung Nelayan Warloka.

Dengan harapan kampung nelayan tersebut akan ditata baik agar maju, bersih, sehat, dan nyaman sehingga mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas nelayan dan kesejahteraan keluarga.

Haeru menambahkan, pengembangan kampung perikanan budidaya bertujuan untuk pengentasan kemiskinan. Karena itu perlu ada sinergitas antara pihak-pihak terkait.

“Semoga rangkaian kegiatan ini menjadi langkah baik dengan harapan bisa berkolaborasi dan bersinergi dalam mengembangkan kampung nelayan yang maju,” katanya.

Haeru yakin jika cita-cita bersama tersebut dapat diwujudkan sebagai tulang punggung perekonomian bangsa, maka dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomi nelayan.

Untuk diketahui peringatan Hari lahir (harlah) ke-96 Nahdlatul Ulama (NU) diselenggarakan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Pagelaran menyongsong 100 tahun NU kali ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkomitmen meningkatkan kesejahteraan nelayan. Oleh karena itu tema kegiatannya “Menjaga Jagad Kemaritiman, Membangun Peradaban Nelayan”. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.