Remigius Nong, Pondok Literasi untuk Anak-anak Sikka

  • Whatsapp

MULANYA adalah kepedulian. Kepedulian itu membakar dan menyulut semangat Remigius Nong. Aktivis kemanusiaan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini kemudian mendermakan diri untuk anak-anak sekolah dasar.

Pegiat literasi ini kemudian mengumpulkan anak-anak sekolah yang terkendala pandemi Covid-19 untuk belajar bersama. Dia prihatin dengan nasib anak-anak yang tidak bisa ke sekolah dan mendengar pelajaran langsung dari para guru.

Remigius Nong

Anak-anak yang tidak bisa ke sekolah ini perlu dibantu. Dengan uang pribadi seadanya, Remigius memulai kegiatan belajar di sebuah pondok di tengah perkampungan. Letaknya di RT 037 RW 009 Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Saban pagi dia menyatu dengan anak-anak di kebun.  Dia bertindak sebagai guru.  Membagi ilmu dan pengetahuan.  Sama-sama membaca.

Remigius sadar betul. Anak-anak didiknya itu bukan kurang minat bacanya. Yang jadi soal adalah akses yang tidak menjangkau secara menyeluruh.

Remigius Nong di tengah anak-anak didiknya

Saat ini sudah 34 anak yang mengikuti dan mendengar pengajarannya di pondok literasi yang diberi nama Restorasi. Setiap hari para muridnya sangat menantikan dia mengajar di kebun.

Setiap hari saat berjumpa dengan anak didiknya, Remigius membawa kumpulan buku pelajaran hingga alat mewarnai. Dari buku-buku itu Remigius mengajar anak didiknya. Mereka sangat antusias.

“Saya sangat ingin menumbuhkan semangat baca kepada anak di Sikka. Tugas saya membantu pemerintah mewujudkan para anak di Sikka ini maju dan berkembang,” kata Remigius kepada kabarntt.co di Pondok Restorasinya, Jumat (16/10/2020).

Selain mengajar materi pelajaran umum, Remigius juga mengajar anak-anak didiknya untuk berwirausaha dengan cara menanam sayur di sekitar lokasi Pondok Restorasi.

Modalnya memang hanya semangat. Remigius hanya mempunyai 65 buku bacaan pelajaran umum yang menemani dirinya bersama ke 34 anak didiknya sejak 3 tahun silam.

Keterbatasan buku bacaan tidak menghalangi semangatnya.  Ia berharap dari usahanya ini dapat memberikan contoh baik bagi semua orang sehingga dapat melanjutkan dan meneruskan edukasi ini dengan semangat literasi di Kabupaten Sikka. (ars)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *