Warga Sumba Barat Daya Soroti Kesehatan dari Sayembara Golkar

  • Whatsapp

TAMBOLAKA KABARNTT.CO—Dari ajang sayembara ‘Rakyat Bicara Golkar Mendengar’ yang digagas Partai Golkar NTT, kesehatan menjadi aspek yang paling banyak disoroti warga Sumba Barat Daya.

Dari 277 video sayembara yang masuk ke panitia hingga batas terakhir, kebanyakan peserta mengungkapkan harapan mereka agar Covid-19 segera berlakhir dan warga kembali menjalani hidup normal seperti biasa.

Bacaan Lainnya

“Kesehatan yang paling banyak dikomentari warga  yang mengirim video hasil karya mereka,” kata Heribertus Pemudadi, salah seorang tim juri kepada kabarntt.co, Rabu (10/3/2021) malam.

Heribertus,  yang juga anggota Fraksi Golkar DPRD Sumba Barat Daya ini, menyebut hingga batas terakhir waktu pengumpulan hasil karya sebanyak 217 peserta memasukkan videonya.

“Ada 217 video yang masuk. Tim juri sudah bekerja menilai semua video yang masuk dan telah menentukan 10 nominator tingkat kecamatan dan 5 favorit,” kata Heribertus.

“Kebanyakan peserta memberikan pendapat tentang kesehatan dengan harapan agar Covid019 segera dapat dituntaskan. Peserta juga berharap agar semua lapisan masyarakat segera mendapat vaksin secara gratis,” kata Heribertus yang juga Ketua Komisi C DPRD Sumba Barat Daya ini.

Setelah aspek kesehatan, kata Heribertus, aspek pendidikan mendapat tempat kedua disoroti warga.

“Ada banyak keluhan yang masuk. Guru mengeluh kesulitan memberikan pelajaran kepada siswa karena sering diliburkan. Mereka juga  kesulitan untuk memberikan pelajaran secara daring, fasilitas internet juga terbatas, 80 persen siswa memiliki HP Android,” tutur Heribertus.

Selain itu, jelas Heribertus, para peserta juga sangat khawatir dengan penyebaran Covid-19 karena budaya berpeluakn dan cium hidung  setiap kali ada pertemuan.

“Itu budaya Sumba, sehingga ada peserta yang berharap agar  pesta budaya di Sumba untuk sementara dibatasi dulu,” kata Heribertus.

Heribertus menambahkan, peserta yang mengirim video hasil karyanya paling banyak mahasiswa, guru dan tenaga kesehatan. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *