Reses di Maulafa, Yoseph Dogon Sosialisasi Pentingnya Prokes dan Vaksin

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Anggota DPRD Kota Kupang, Jemari Yosseph Dogon, mengingatkan warga pentingnya mentaati protokol  kesehatan (Prokes) dan vaksinasi.

“Covid-19 sebenarnya tidak ada obat. Meminimalisir penyebarannya di tengah masyarakat hanya dengan memperketat protokol kesehatan. Dan untuk menjaga agar kita tidak terpapar, kita harus jaga imun tetap baik, dan vaksinasi lebih baik agar kita mempunyai kekebalan tubuh. Dengan demikian kalau kita terpapar, tubuh kita sudah siap terima virus tersebut,” tegas Dogon saat reses di RT 12, Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Jumat (23/7/2021).

Bacaan Lainnya

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang tersebut  mengatakan, pemerintah saat ini gencar melaksanakan vaksinasi, namun terkendala stok vaksin yang terbatas di Kota Kupang.

“Pemerintah tetap berupaya dan kami sebagai DPRD juga melakukan koordinasi lintas partai agar vaksin tersedia di seluruh fasilitas kesehatan di Kota Kupang  agar masyarakat dengan mudah dapat mengakses tanpa harus berkerumun,” kata Dogon.

Salah seorang  warga, Pace Diaz Alfi, meminta agar pelaksanaan vaksinasi bisa dilakukan di setiap fasilitas kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat agar masyarakat tidak berdesak-desakan di rumah sakit.

“Karena surat vaksin menjadi syarat mengurus administrasi di Kota Kupang, maka masyarakat berbondong-bondong cari vaksin tanpa menghiraukan protokol kesehatan. Kami minta melalui wakil rakyat, Bapak Dogon, agar pelaksanaan vaksinasi disalurkan di fasilitas kesehatan sehingga masyarakat dengan mudah dapat mengaksesnya tanpa berkerumun,” sarannya.

Pace juga menyinggung masalah sampah di Kelurahan Maulafa yang cukup meresahkan masyarakat.  Pace berharap pemerintah dapat membangun tempat-tempat sampah pada tempat yang strategis.

Pihaknya juga meminta agar diprioritaskan drainase, karena saat hujan maka beberapa titik akan tergenang akibat tidak adanya drainase.

“Kami di sini kalau sudah hujan pasti terendam. Untuk itu kami mohon agar pemerintah memprioritaskan drainase di beberapa tempat yang selalu terendam,” katanya.

Kegiatan reses hanya melibatkan 30 orang dengan protokol kesehatan yang ketat. Durasi waktu yang digunakan untuk menyerap aspirasi masyarakat 30 menit hingga 1 jam. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *