Tentara Buka Jalan Menuju Desa Reka, Ende

  • Whatsapp

ENDE KABARNTT.CO—Komandan Kodim (Dandim) 1602/ Ende, Letkol Inf Mochamad Fuad Suparlin, mengatakan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu hadir berbakti untuk negeri.

Hal ini dikatakan  Suparlin usai pembukaan Tentara Manunggal Mandiri Desa (TMMD) ke -108 di Desa Reka, Kecamatan Ndona, Ende, Selasa (30/6/2020).

Menurut Suparlin, panggilan untuk berbakti kepada negeri merupakan semboyan utama TNI.

TMMD yang dilaksanakan di Desa Reka, yakni melakukan pembukaan jalan menuju Desa Wolokota.

Suparlin menyebutkan, hingga kini sepertinya warga masyarakat Desa Reka belum merdeka karena akses transportasi darat tidak ada sama sekali.

Warga Desa Reda, kata Suparlin, harus menggunakan transportasi laut yang semuanya bergantung dari kondisi iklim.

“Warga katakan, mereka belum merdeka karena tidak ada akses jalan, hanya andalkan laut. Jika kondisi laut bergelombang praktis tidak bisa keluar dari kampung mereka,” ujar Suparlin.

Karena itu melalui TMMD, kata Suparlin, diharapkan bisa mengobati kerinduan warga akan jalan tersebut.

Lebih lanjut Suparlin yang terkenal energik ini mengatakan, sesuai dengan semboyan Pemerintah Kabupaten Ende, yakni membangun dari desa menuju kota, apa yang menjadi harapan warga  Reka dan Wolokota bisa tercapai.

Kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ende, kata Suparlin, diharapkan akses jalan bisa mencapai Desa Wolokota dimana dari titik star TMMD menuju Wolokota sepanjang 3,4 kilometer  dengan anggaran Rp 1,3 miliar.

“Mudah-mudahan bisa tercapai, namun kelihatannya agak sulit dengan anggaran yang ada. Karena rekan-rekan bisa lihat sendiri medannya sangat sulit,” kata Suparlin.

Karena itu, kata Suparlin, andaikan perlu diperpanjang, maka pemerintah bisa menganggarkan kembali. TNI siap membantu lewat karya bakti.

Pada kesempatan intu Suparlin juga mengucapkan terima kasih karena di tengah wabah virus corona Pemerintah Kabupaten Ende tetap menganggarkan untuk TMMD.

Sementara itu Staf Ahli Pemkab Ende Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Fransisco Versailles, atas nama pemerintah menyampaikan terima kasih kepada TNI dengan TMMD-nya.

Fransisco Versailles yang mewakili Bupati Ende dan menjadi Irup pada pembukaan TMMD di Desa Reka ini juga mengatakan, pada intinya pemerintah memperhatikan warganya dalam melaksanakan pembangunan.

“Membuka akses transportasi adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah. Terima kasih untuk TNI yang bersedia memilih TMMD dengan membuka jalur jalan Reka menuju Wolokota. Ini  bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat,” kata Fransisco.

Sementara Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso, yang turut hadir juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI. DPRD Ende secara kelembagaan mendukung penuh TMMD dengan membuka jalan tersebut. Meski diakui medan yang sangat berat namun TNI karena kecintaan kepada anak negeri siap berbakti.

“Atas nama lembaga, kami sampaikan terima kasih. Seperti yang Pak Dandim katakan, butuh anggaran lagi untuk bisa tembus Desa Wolokota. DPRD Ende siap alokasi,” kata Taso.

Anggaran itu ika tidak bisa dalam perubahan anggaran di tahun ini, Taso berjanji tahun 2021 dianggarkan.

Kepala Desa  Reka, Nobertus K.Y Lana juga menyampaikan berlimpah terima kasih.  Dia berharap apa yang menjadi harapan warga Desa Reka dan Wolokota bisa terwujud.

Lana mengatakan, warga desanya merasa diri belum merdeka karena tidak ada transportasi darat dan hanya mengandalkan laut.

“Kami belum merdeka karena kami tidak punya jalan.Terima kasih semoga bisa tembus ke Desa Wolokota. Ini harapan kami,”  kata Lana.

Kasdim Kodim 1602/Ende, Mayor Inf I Made Rastina, dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan TMMD ke-108  berlangsung selama 30 hari dari tanggal 30 Juni hingga 29 Juli 2020.

Dia menyebutkan, selain pekerjaan fisik yakni pembukaan jalan, juga dilakukan pekerjaan non fisik. Kegiatan non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada masyarakat, penyuluhan pertanian dan peternakan.

“Juga penyuluhan tentang kesehatan dan juga tentang Covid-19 serta pemberdayaan masyarakat dan lainnya kepada warga masyarakat,” kata Rastina.

Jumlah personil TNI dan gabungan lainnya sebanyak 150 orang dan juga bersama 100 orang warga masyarakat terlibat dalam pekerjaan ini. (ase)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *