Pilkada Sumba Timur, Dandim 1601/Sumba Timur Beri Sanksi Jika Anggota TNI Tidak Netral

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO—Komandan Kodim 1601/Sumba Timur, Letkol. Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto, S. E,. M.I. Pol,  mengingatkan jajarannya agar netralitas tetap dijunjung tinggi dalam pilkada serentak tahun 2020 di Kabupaten Sumba Timur.

“Aturan netralitas TNI sudah jelas dalam Perpang TNI dan terbaru dengan adanya ST Kasad Nomor 2371/2020 tanggal 4 September 2020, di antaranya untuk tidak terlibat dan melibatkan diri serta mendukung paslon dalam bentuk kegiatan dan aktivitas apapun. Hal tersebut dalam rangka mewujudkan netralitas TNI dan terciptanya kondusivitas wilayah,“ jelas Dandim 1601/ Sumba Timur, Letkol. Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto, S. E,. M.I. Pol, di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, perlu pemahaman bagi semua pihak bahwa keberadaan TNI tidak menutup kemungkinan dapat dijadikan suatu alat politik.

“Karena  itu saya tekankan dan ingatkan bagi jajaran Kodim 1601/Sumba Timur agar memedomani Perpang TNI dan buku saku netralitas TNI. Karena tidak ada ampun bagi para pelanggar. Jangan terpengaruh dengan apapun, tetaplah menjadi contoh di tengah masyarakat yang selayaknya,” kata Siswanto.

“Penekanan tentang netralitas ini saya yakin akan dilaksanakan oleh prajurit-prajurit Kodim 1601/Sumba Timur,  namun apabila ada masyarakat yang mengetahui adanya personel Kodim 1601/Sumba Timur yang diduga tidak netral agar melaporkan kepada saya disertai bukti yang ada. Saya jamin dan yakinkan akan saya proses sesuai aturan yang berlaku,” serunya.

Netralitas TNI itu, kata Siswanto, sangat diperlukan, apalagi saat ini perhelatan pilkada berada dalam situasi pandemi Covid-19 dan sudah ada kasus transmisi lokal.

“Maka saya himbau jajaran saya dan juga masyarakat maupun pasangan calon, agar selalu menaati protokol kesehatan dalam kegiatan apa pun, apalagi sudah dalam proses kampanye. Kita saling mengingatkan dan menjadi contoh untuk orang lain dengan tetap pakai masker dan jaga jarak,” terangnya.

Siswanto mengajak semua elemen masyarakat untuk saling mengingatkan.

“Mari kita saling mengingatkan dan mendukung pemerintah dalam mencegah ataupun meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur. Pasangan calon harus selalu pada acuan protokol gugus tugas, jangan biarkan ada klaster baru dalam pesta politik,” himbaunya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *