Pilkada Manggarai Mulai ‘Panas’, Relawan H2N Dianiaya

  • Whatsapp

RUTENG KABARNTT.CO—Dua orang relawan pasangan calon bupati-wakil Bupati Manggarai paket  H2N (Herybertus G.L. Nabit dan Heribertus Ngabut), yakni Rino Nombo dan  Maksi Mbangu dianiaya di Ru’a, Desa Satar Loung, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Selasa (3/11/2020) lalu.

Diduga kuat para pelaku penganiaya adalah pendukung paket lain yang juga bertarung di Pilkada Manggarai.

Bacaan Lainnya

Tim Hukum Paket H2N, antara  lain Siprianus Ngganggu, SH,  Fridolinus Sanir, SH, Geradus Omat,SH  dan Aloisius Selama, SH geram atas tindakan premanisme tersebut.

“Tindakan penganiayaan tersebut merupakan aksi premanisme, apalagi dilakukan di hadapan Deno Kamelus, calon bupati petahana yang berpasangan dengan Viktor Madur,” ungkap Siprianus diamini rekannya, Rabu (4/11/2020) di Ruteng.

Siprianus sangat menyayangkan aksi kekerasan seperti itu dilakukan di hadapan Deno Kamelus. Tindakan tersebut seharusnya tidak terjadi karena korbannya adalah rakyatnya sendiri.

“Kami sangat yakin Pak Deno Kamelus sangat paham hukum. Jika ada yang diduga melanggar hukum atau merugikan paketnya saat kampanye, silahkan diproses secara hukum, tidak dengan cara-cara premanisme seperti itu,” sesal Siprianus.

Tim Hukum H2N lain, Fridolinus Sanir, SH, membeberkan beberapa catatan lainnya terkait tindakan paket lain selama ini. Di antaranya penganiayaan terhadap Laskar 88 (laskar pejuang H2N) di Kecamatan Ruteng dan kasus dugaan persekusi terhadap Laskar 88 Kecamatan Satar Mese Barat.

“Semuanya terjadi di hadapan calon bupati petahana Kabupaten Manggarai, Deno Kamelus. Sungguh, sebuah tindakan dan sikap tidak terpuji,” kata Sanir kesal.

Ada pun aksi premanisme lain, sebut Sanir, terjadi di Markas Polres Manggarai, Selasa (3/11/2020) malam yang juga diduga dilakukan tim lain.

Ketika itu Tim Hukum H2N bersama anggota DPRD Manggarai asal Dapil Satar Mese, Thomas E.R. Mone, mendampingi korban dugaan penganiayaan.

“Malam itu diduga tim DM dalam jumlah banyak datang di Mapolres Manggarai dan mengeluarkan kata-kata kotor, mencaci-maki kami, terkhusus Pak Edi Rihi (Thomas E.R. Mone, Red). Karena merasa terancam, akhirnya Pak Edi Rihi dievakuasi dengan menggunakan mobil polisi. Massa yang diduga tim DM datang dari arah timur bersama Tim Hukum DM,” ungkap  Sanir.

Atas kejadian tersebut,  kata Sanir, Tim Hukum H2N akan melaporkan tindakan terhadap kekerasan itu ke Polres Manggarai. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *