Ketua Dewan Tanfids PKB Sumba Timur: Jangan Pilih Calon Yang Dibiayai Cukong

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO—Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Sumba Timur, H. Abdul Samad, mengatakan, calon Bupati-Wakil Bupati Sumba Timur Nomor urut 2, Umbu Lili Pekuwali dan Yohanes Hiwa Wunu yang dikenal dengan sandi politik ULP-YHW atau sering disebut Kobul, adalah paket yang dibiayai oleh rakyat Sumba Timur dalam setiap tatap muka dan kampanye di seluruh wilayah Sumba Timur.

“Ada paket lain yang dibiayai oleh para cukong, tatapi kalau Paket Kobul, itu dibiayai oleh rakyat Sumba Timur. Karena dalam setiap titik pertemuan yang sudah sekitar 600-an lebih titik itu semua disiapkan oleh masyarakat,” kata Haji Samad ketika berorasi dalam kampanye terbatas pasangan ULP-YHW di Kampung Betel, Kelurahan Kambajawa, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Selasa (1/12/2029).

Bacaan Lainnya

Menurut Haji Samad, sebagaimana dikutitp dari selatanindonesia.com, jika dalam proses kampanye paket tertentu sudah dibiayai oleh para cukong, maka kepentingan para cukong itu yang diutamakan lalu mengobrankan kepentingan masyarakat Sumba Timur yang lebih luas.

“Karena memang harus balas utang budi kepada cukong yang sudah membiayai semua proses. Calon yang seperti ini tidak boleh didukung,” sebut Samad.

Dikatakannya, PKB memberikan dukungan kepada pasangan ULP-YHW karena kepentingan masyarakat Sumba Timur yang dikedepankan sehingga menjatuhkan pilihan untuk bergabung bersama Partai Golkar. Pasalnya, latar belakang dan pengalaman Umbu Lili Pekuwali sebagai birokrat dan Master Teknik infrastruktur yang kini menjadi Wakil Bupati Sumba Timur merupakan sosok yang diyakini bisa membangun infrastruktur di Sumba Timur.

“Kalau Pak YHW ini adalah birokrat yang punya pengalaman panjang dan dipercayakan sejumlah jabatan, mulai kepala dinas pertanian, perkebunan, dan kehutanan, yang memang sangat cocok dengan kebutuhan masyarakat Sumba Timur yang 80-an persennya adalah petani. Ini yang menjadi dasar bagi kami di PKB untuk mendukung paket Kobul ini,” kata Samad  memberi alasan.

Disebutkannya, setelah menyatakan dukungan untuk ULP-YHW seluruh jajaran pengurus, kader dan simpatisan PKB bekerja maksimal sampai ke pelosok-pelosok untuk meyakinkan masyarakat bahwa untuk kemajuan Sumba Timur maka paket yang paling tepat saat ini hanya ULP-YHW.

“Saya dan teman-teman di PKB bekerja selama ini sampai di desa-desa, bahkan tidur di kampung untuk menyampaikan ke masyarakat untuk coblos nomor urut 2 pada tanggal 9 Desember 2020 yang akan datang, termasuk kita semua yang ada di sini,” katanya.

Calon Wakil Bupati Sumba Timur, Yohanes Hiwa Wunu, mengatakan, kedatangannya bersama tim kampanye di Kampung Betel untuk memohon dukungan masyarakat agar memilih Paket Kobul.

“Kebutuhan mayoritas masyarakat yang berkaitan dengan pertanian, peternakan, perkebunan termasuk perikanan dan kelautan akan menjadi prioritas kami jika Tuhan menghendaki kami berdua memimpin Sumba Timur,” kata Yohanes.

Menurut Yohanes, sektor pertanian menjadi program utama lantaran hampir sebagian besar masyarakat Sumba Timur menggantungkan hidupnya di sektor pertanian yang didalamnya meliputi juga perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan.

“Dengan pengalaman panjang saya bersama Pak ULP selama ini di sektor-sektor ini kami bakal memajukan bidang-bidang itu untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat Sumba Timur. Apalagi Pak ULP adalah master teknik yang menguasai betul tentang infrastruktur di Sumba Timur.

Kampanye terbatas itu dihadiri juga oleh Ketua Tim Pemenangan Paket ULP-YHW, Ali Oemar Fadaq, Sekretaris DPD II Golkar Sumba Timur, Herman Hilungara, Sekretaris DPC PKB Sumba Timur, Hardyanto, dan sejumlah tim kampanye.

Acara kampanye terbatas itu berlangsung dengan tetap mematuhui protokol kesehatan dan pembagian masker kuning oleh Tim Kampanye ULP-YHW untuk semua masyarakat yang hadir.  (llt/den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *