Heri Ngabut Minta Maaf, Palu Pencalonan di DPP Golkar

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Heribertus Ngabut,   bakal calon Wakil Bupati Manggarai berpasangan dengan Heribertus Nabit  dengan nama paket Hery-Heri, meminta maaf kepada Partai Golkar.

Heri Ngabut meminta maaf  menyusul pemberitaan di sejumlah media daring terkait penerbitan Kartu Tanda Anggota  (KTA) untuk dirinya yang masih berstatus ASN aktif.

Bacaan Lainnya

Dalam pemberitaan itu Heri  Ngabut yang kini Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Manggarai, membantah pernah menyampaikan permohonan untuk mendapatkan KTA Golkar.

Terhadap pemberitaan ini, Wakil  Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPD 1 Golkar NTT,  Frans Sarong, bereaksi.

“Pernyataan ini  harus diluruskan. Alasannya karena Partai Golkar hanya akan menerbitkan KTA bagi seseorang jika ada permohoban dari yang bersangkutan. Termasuk tentang adanya KTA Golkar bagi Heribertus Ngabut, sepenuhnya diproses karena ada permohonan dari yang bersangkutan. Wujudnya dibuktikan ketika Heribertus Ngabut mengirim kartu tanda penduduk atas namanya sebagai pesyaratan mememroses KTA dari Partai Golkar untuk dirinya. Jadi sebuah pembohongan kalau proses KTA bagi Heribertus Ngabut dilakukan secara diam-diam atau tanpa permohonan dari yang bersangkutan,” jelas Sarong sebagaimana diberitakan kabarntt.co sebelumnya.

Heri Ngabut dalam suratnya tertanggal 12 Agustus 2020 menyatakan maaf atas kegaduhan menyangkut KTA yang dipegangnya yang dilukiskannya membuat ketersinggungan Partai Golkar.

Karena itu, Heri secara gentel mengaku kilaf atas pernyataannya di media massa sebelumnya. “Saya mengakui  bahwa pernyataan saya kepada media yang berkaitan dengan penyerahan KTA Partai Golkar adalah sebuah kekilafan yang mengakibatkan timbulnya perasaan tidak nyaman dan membuat terjadinya  ketersinggungan anggota, simpatisan  dan struktur Partai Golkar, baik di tingkat daerah maupun di pusat,” kata Heri dalam suratnya.

Berkaitan dengan pencalonannya sebagai sebagai calon Wakil Bupati Manggarai dalam paket Hery-Heri, Heri Ngabut menyatakan kesiapannya untuk tetap mengikuti proses selanjutnya dan menyerahkan  sepenuhnya kewenangan pencalonan kepada Partai Golkar dari tingkat kabupaten hingga pusat. “Sembari tetap berharap penuh bahwa dukungan Partai Golkar akan tetapi ditujukan kepada paket Hery-Heri.

Diputuskan DPP

Sementara itu Wakil  Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPD 1 Golkar NTT,  Frans Sarong, merespon permohonan maaf Heri Ngabut dengan mengatakan, Partai Golkar mencermati dulu situasinya.

Kepada kabarntt.co, Kamis (13/8/2020) pagi, Sarong mengatakan, keputusan pencalonan dari Partai Golkar ada di tangan DPP Partai Golkar. “Palunya di pusat. Tentu sudah tentu melalui proses diskusi dan pencermatan secara matang sebelum diputuskan ke mana arah dukungan Partai Golkar,” kata Sarong, mantan wartawan Harian Kompas.

Sarong mengingatkan, sebagai partai yang sudah puluhan tahun malang melintang dalam peta perpolitikan Indonesia, Golkar memutuskan pencalonan selalu merujuk pada hasil survai.

“Besok baru survai diumumkan secara resmi hasil survai, baru diketahui ke mana arah dukungan Golkar,” tegas Sarong.  (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *