Pinjam Rp 1,5 Triliun, Pemprov NTT Mesti Ukur Betul Pengembaliannya

KUPANG KABARNTT.CO—Niat Pemerintah Provinsi meminjam dana Rp 1,5 triliun dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) perlu dipertimbangkan baik-baik sumber pengembaliannya.  Apalagi bunga pinjaman itu sangat besar.

Pendapat ini dikatakan Dr. Stanis Man, dosen Fakultas Ekonomi Unwira Kupang ketika diminta tanggapannya oleh kabarntt.co, Jumat (7/5/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Stanis Man, bunga pinjaman sebesar 6,9 persen/tahun  atau sekitar Rp 700 miliar selama 8 tahun akan sangat memberatkan dan mengganggu beban APBD.

Stanis Man menganjurkan Pemda NTT mesti memikirkan dan menghitung secara baik bagaimana mengembalikan pinjaman.

“Bunga yang besar ini dipastikan akan sangat mengganggu PAD yang sudah diatur secara baik dalam program kemasyarakatan,” kata Stanis Man.

Stanis Man menegaskan, “Ini jadi soal yang sangat serius dan perlu dipikirkan secara matang. Harus dihitung secara betul, sehingga pengembaliannya nanti bisa berjalan lancar dan tidak jadi soal.”

Stanis Man mengingatkan, pemerintahan sekarang tinggal dua tahun efektif, sementara jangka waktu pengembalian pinjaman 8 tahun.

“Itu berarti yang sisa akan dijalankan oleh pemerintahan selanjutnya atau yang baru. Nah ini yang menjadi persoalan, sehingga memang harus dihitung secara baik,” serunya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  Pemda NTT berniat meminjam dana senilai Rp 1,5 triliun  dari PT SMI untuk pembangunan infrastruktur jalan di NTT.

Sebelumnya dalam rapat dengar pendapat antara Komisi 3 DPRD NTT dengan mitra pemerintah, yakni Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, terungkap kalau pinjaman Pemda NTT ke PT SMS bakal dikenakan bunga sebesar 6,9  persen/tahun.

Karena dinillai terlalu memberatkan, Komisi 3 mengagendakan akan memanggil kembali pemerintah untuk membahas secara serius niat ini. Bahkan

Ketua DPRD  NTT, Emi Nomleni dan Wakil Ketua, Inche Sayuna, Rabu (5/4/2021) lalu  menyambangi dan berdiskusi dengan Komisi 3 DPRD NTT.

Kedua pimpinan Dewan itu, ingin mendengarkan informasi terkait bunga pinjaman  sekitar Rp 700 miliar yang akan dibayarkan kepada PT. SMI.

Dalam kunjungan dan diskusi dengan Komisi 3 DPRD NTT itu, Inche Sayuna mengingatkan Komisi  3 untuk memikirkan secara matang rencana pinjaman dengan beban pengembalian sekitar Rp 700 miliar itu.

Inche Sayuna yang juga Sekretaris Golkar NTT ini malah melukiskan beban pinjaman itu bisa membuat APBD NTT bisa bangkrut.

“Saya sangat khawatir kalau pemerintah tidak ada rencana atau strategi lain, maka APBD kita bisa bangkrut. Oleh karena itu kita minta penjelasan pemerintah,” serunya. (np)

Pos terkait