Pilkada Manggarai Barat, Paket MISI Sampaikan 10 Komitmen

LABUAN BAJO KABARNTT.CO–Pasangan bakal calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Manggarai Barat,  Maria Geong dan Silverius Syukur (paket MISI), menyampaikan sepuluh komitmen jika terpilih menjadi Bupati-Wakil  Manggarai Barat (Mabar) periode 2020-2025.

Progran dan komitmen tersebut disampaikan pada acara deklarasi paket ini, Jumat (4/9/2020) di Lapangan Wae Kesambi, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Bacaan Lainnya
tonykleden

“Kami memiliki 10 program dan komitmen. Yaitu pertama bebas dari kemiskinan. Kita tahu bersama, banyak masyarakat kita masih hidup di bawah garis kemiskinan. Paket MISI akan memperjuangkan agar masyarakat bebas dari hidup miskin,” ungkap Maria Geong.

Poin kedua, ditegaskan Geong,  menjadikan Labuan Bajo sebagai etalasi dunia. Karena itu pihaknya akan menata kota sehingga menarik pengunjung yang berwisata di Manggarai Barat.

Ketiga, bebas dari kebodohan. Paket MISI berjanji ingin meningkatkan kualitas guru-guru dari segi penghasilan.

Poin keempat, bebas dari penyakit infeksi seperti demam berdarah dan penyakit lainnya yang mengancam kehidupan warga.

Kelima, bebas sampah dan perkumuhan di Labuan Bajo. “Terkait sampah di Labuan Bajo sangat parah, sehingga ini menjadi komitmen kita agar bebas dari isu terkait sampah,” jelasnya.

Poin ke enam, masyarakat Mabar harus bebas dari kesendirian. Begitu banyak janda-janda, anak-anak terlantar yang belum mendapat pengakuan. Paket MISI akan menuntaskan semuanya itu. Juga bebas dari kekerasan terutama kaum ibu.

Menurut Geong, hal itu akan menjadi komitmen paket MISI agar anak-anak dapat berbakti terhadap bangsa dan negara.

Poin ketujuh, setiap orang harus bebas dari undrepresur. “Saya tekankan agar kontraktor taat sesuai aturan, setiap orang harus bebas dari tekanan dari siapapun,” tegas Wakil Bupati Manggarai Barat ini.

Ke delapan, setiap orang harus memiliki KTP, BPJS, Kartu Keluarga dan Akte-akte. Termasuk perlindungan terhadap tanah-tanah adat.

Paket MISI berjanji, jika terpilih nanti harus memiliki database terkait hak atas tanah.

Berikut poin kesembilan, harus bebas dari daerah terisolasi. Masih banyak wilayah terisolasi seperti akses masuk, air minum layak, penerangan.

“Saya dan Pak Sil akan berusaha mewujudkan komitmen kami, karena komitmen adalah janji dan janji tersebut untuk diri sendiri dan wajib kami laksanakan,” tegasnya.

Terakhir, menjadikan Manggarai Barat mandiri. Pihaknya berjanji agar memanfaatkan sumber daya yang ada di Mabar, baik petani maupun nelayan.

Hal lain, harus memiliki jaminan sosial dan jaminan kesehatan. Baginya setiap orang harus mandiri secara ekonomi, mandiri secara kesehatan dan kehidupan sosial.

Dengan demikian hal tersebut dapat membuat masyarakat Mabar sejahtera.

Geong berharap masyarakat Mabar bisa mengontrol visi paket MISI ke depannya.

Sementara itu bakal calon calon wakil Bupati, Silverius Syukur menyampaikan pertanian dianggap tidak penting dalam program perjalanan Mabar selama ini. Pihaknya pastikan pertanian dijadikan sektor prioritas di wilayah itu.

“Pertanian dapat dijadikan sektor penyanggah pariwisata di Mabar. Saya berterima kasih karena dipercayakan untuk menjadi bupati dan wakil bupati Mabar,” katanya.

Paket MISI akan berjuang di sektor pertanian, peternakan, dan sektor nelayan. Syukur menegaskan tak usah ragu pada Ibu Maria Geong. Baginya Ibu Maria Geong sudah menjalankan tugas sebagai wakil bupati selama 5 tahun lamanya.

“Kalau perempuan yang pimpin daerah ini maka ia memimpin dengan hati. Saya juga sudah 4 periode menjadi DPRD di Manggarai Barat. Pengalaman tersebut menjadikan pijakan untuk menakhodai Mabar ke depan,” ujar Syukur.

Di akhir orasinya ia berpesan, jangan memilih pemimpin yang hanya coba-coba di Manggarai Barat. Menurutnya, Mabar memiliki potensi yang sangat luar biasa, jika salah mengelola maka kabupaten itu hanya tinggal nama.

Sebagaimana dipantau kabarntt.co, deklarasi paket MISI  dihadiri  ribuan pendukung. Turut hadir anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Herman Heri dan Yohanis Fransiskus Lema, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, Emi Nomleni, serta pimpinan partai pengusung di kabupaten. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *