Pater Amans Laka, SVD Mutiara dari Timur

KUPANG KABARNTT.CO—Wakil Gubernur NTT, Joseph Nae Soi, memberi apresiasi tinggi kepada Pater Amans Laka, SVD, misionaris asal Kefamenanu yang berkarya di Amerika Latin. Nae Soi melukiskan Pater Amans Laka sebagai mutiara dari Timur.

Apresiasi itu disampaikan Nae Soi ketika membuka acara Bedah  Buku ‘Jalan Sambil Berjalan, Narasi Hidup dan Karya  Pater Amans Laka, SVD’.

Bacaan Lainnya

Bedah buku itu digelar di Auditorium Unwira Kupang, Sabtu (7/5/2022). Bedah buku itu dihadiri sekitar 100 orang secara offline dan puluhan orang secara online melalui zoom.

Beberapa saudara/i Pater Amans juga hadir secara langsung di acara.  Hadir juga penulis buku ini, yakni Robert Bala bersama istri dan anaknya.

Nae Soi ketika membuka acara itu menyatakan kekaguman dan apresiasinya atas kiprah dan karya Pater Amans Laka di tanah misi.

Pater Amans belasan tahun berkarya di Argentina. Dan sejak dua tahun terakhir Pater Amans bekerja  di Kuba, di negara di mana umat beragama, terutama Katolik, sangat dikekang  aktivitasnya.

Di Argentina, atas dedikasinya nama Pater Amans digunakan  menjadi nama jalan di Kota Puerto Esperanza.

“Atas nama pemerintah dan pribadi, saya sangat mengapresiasi dan profisiat kepada Pater Amans, seorang Kefamenanu yang mungkin dulu tidak pernah membayangkan namanya menjadi nama jalan di Argentina,” kata Nae Soi.

Nae Soi mengaku menyempatkan diri membuka acara itu dan ingin berbicara sedikit saja.

“Saya sudah di Bandara El Tari, mau ke Surabaya pimpin rapat untuk memperjuangkan NTT jadi tuan rumah PON nanti. Tetapi saya memutuskan untuk lari ke sini sebentar. Saya baru lihat bukunya sambil lalu tadi, sangat luar biasa. Beliau memberikan judulnya sangat luar biasa “Jalan Sambil Berjalan”. Menurut pendapat saya, banyak kita berjalan tapi kita tidak sadar kalau kita lagi berjalan, kita melangkah bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Filosofi yang saya ambil dari buku ini mau memberikan pesan bahwa semua manusia bisa jalan, tapi tidak semua manusia bisa berjalan. Mengapa saya katakan demikian, karena dalam melangkah itu ada out put dan out come-nya, sehingga dalam kita berjalan kita harus mendapatkan hasilnya,” kata Nae Soi.

Nae Soi menghimbau generasi muda, untuk menarasikan semua kejadian yang ada di NTT supaya generasi penerus bisa berbuat banyak. Ada pepatah “Saya baca maka saya tahu”.  Kalau tidak ada buku mana bisa saya tahu. Sehingga saya memberikan apresiasi kepada penulis Pak Robert Bala yang sudah dengan bahasa sederhananya menulis buku ini dan bisa dibaca oleh semua kalangan,” kata Nae Soi.

Buku ini dibedah oleh Pater Dr. Philipus Tule, SVD (Rektor Unwira) dan Frans Skera (tokoh umat) dengan moderator Tony Kleden (teman kelas Pater Amans Laka, SVD). (np)

Pos terkait