Pansus DPRD Kota Kupang Uji Petik, Lampu Jalan Banyak Bermasalah

KUPANG KABARNTT.CO—Dari hasil uji petik lapangan oleh Pansus DPRD Kota Kupang ditemukan ada masalah terkait pengadaan lampu jalan di Kota Kupang. Karena itu Pansus DPRD meminta Inspektorat segera melakukan audit.

Pansus DPRD Kota Kupang ini dibentuk untuk menilai laporan keterangan pertanggungjawaban  (LKPJ) Walikota Kupang Tahun Anggaran 2020.

Bacaan Lainnya
tonykleden

Ketua Pansus DPRD Kota Kupang, Telend Daud, kepada kabarntt.co, Sabtu (12/6/2021), mengatakan, setelah melakukan uji petik di lapangan Pansus DPRD Kota Kupang mendapat beberapa program pemerintah yang tidak memenuhi syarat sehingga pansus meminta agar Inspektorat melakukan audit terhadap temuan selama uji petik tersebut.

Salah satu temuan yang bermasalah, kata Tellend, adalah pengadaan lampu jalan.

“Yang perlu pemeriksaan oleh Inspektorat, yakni lampu penerangan jalan umum, pengadaan foolbox, selisih pegawai tidak tetap (PTT). Menurut rilis dari BKP2D bahwa akhir tahun 2020 PTT sebanyak 2.180 orang, sedangkan dalam klarifikasi disebutkan PTT di Kota Kupang sebanyak 2.205 sehingga terdapat selisih sebanyak 25 orang. Ini sangat berpengaruh terhadap anggaran. Karena itu  kita minta agar Inspektorat melakukan audit untuk mendapatkan kebenaran yang seharusnya,” tegas Tellend, mantan Ketua DPRD Kota Kupang dari Fraksi Partai Golkar.

Terkait lampu jalan, kata Tellend, yang perlu dievaluasi adalah harga lampu jalan dan mutunya.

“Karena banyak lampu jalan yang dilaporkan rusak akibat badai seroja dan ketika di lapangan hampir seluruh lampu jalan rusak. Ini memang perlu dievaluasi kewajaran harga dan juga kewajaran mutu,” kata Tellend.

Tellend mengingatkan, jangan sampai pengadaan lampu jalan mutunya jelek tapi harganya tinggi, atau sebaliknya harga dibuat kecil sehingga mutunya juga biasa-biasa saja. “Ini yang kita tidak inginkan dan memang perlu diaudit agar mendapat kebenarannya,”  tegasnya.

Lebih lanjut Tellend memaparkan, tiang lampu jalan yang diadakan tahun anggaran 2018 dan 2019 sudah dibongkar dan dipasang tiang dan lampu yang baru yakni lampu dekoratif.

“Pertanyaannya lampu yang lama disimpan di mana? Kenapa tidak dimanfaatkan, karena banyak kelurahan yang masih membutuhkan lampu jalan. Memang ini perlu evaluasi dan harus melalui suatu perencanaan yang baik. Ketika pemasangan, lama diganti harus ada lokasi pemasangan yang baru, namun di impan saja di luar rumah jabatan yang lama, kemudian tidak dimanfaatkan dengan alasan anggaran pemasangan belum ada,  padahal anggaran yang digelontorkan begitu banyak. Ini sangat disayangkan,”  urai Tellend.

Selain lampu jalan, sebut Tellend, banyak temuan lain di OPD-OPD yang juga perlu diaudit dan dievaluasi.  (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *