Rakyat Bicara, Golkar Mendengar Dalam Perspektif Komunikasi Politik

  • Whatsapp

Oleh P. Dr.  Eduardus Dosi, SVD, M.Si

Bacaan Lainnya

Partai Golkar NTT berusaha memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengemukakan aspirasi melalui Partai Golkar, terutama soal penanganan pandemi Covid-19 di NTT. Saluran aspirasi ini dilakukan melalui sayembara dengan tema “Rakyat Bicara Golkar Mendengar”. Bentuk media yang digunanakan  adalah video berdurasi pendek.

Dalam sayembara yang digelar untuk mendengar aspirasi masyarakat NTT mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten dan provinsi tersebut, panitia menerima sebanyak 6.189 video sejak Senin 8 Februari 2021. Dari total video tersebut, panitia menetapkan sebanyak 40 pemenang.

Juri melakukan penilaian terhadap sepuluh aspek yang menjadi topik yang dilombakan yaitu aspek ekonomi, sosial budaya, politik, pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan, perikanan,  kelautan dan keagamaan. Panitia sayembara menetapkan 40 pemenang yang terdiri dari 10 juara terbaik, 20 juara harapan dan 10 juara favorit.

Partisipasi Masyarakat

Partai Golkar NTT memiliki kesadaran mendengar masyarakat sehingga partisipasi masyarakat muncul untuk menyuarakan aspirasi. Dari perspektif komunikasi politik media, partisipasi masyarakat merupakan tuntutan demokratisasi.

Kedaulatan rakyat bukanlah substansi yang membeku dalam perkumpulan para wakil rakyat, melainkan juga terdapat pada masyarakat di berbagai komponen, forum warga negara, organisasi non pemerintah, gerakan sosial di mana pun diskursus tentang kepentingan bersama warga negara dilakukan.

Masyarakat dapat mengemukakan pemikiran tentang suatu masalah yang tengah dibahas dalam lembaga legislatif. Dalam hal ini masyarakat dapat mengemukakan pemikiran tentang permasalahan Covid-19 dan bagaimana mengatasinya melalui media video film berdurasi pendek.

Mendengarkan

Mendengarkan adalah cara untuk berkolaborasi dan berinovasi secara efektif: masyarakat  bergabung, terhubung atas dasar emosi, percakapan dalam menyampaikan pendapat/gagasan/aspirasi mereka. Suatu cara yang ampuh untuk menenangkan kegelisahan pikiran dan emosi masyarakat  adalah dengan menghargai keprihatinan mereka.

Golkar NTT tentu menyadari tiga unsur dalam menghargai masyarakat NTT yakni: (1) Golkar ingin memahami sudut pandang masyarakat; (2) menemukan kebaikan dalam apa yang mereka pikirkan, rasakan, atau lakukan; (3) dan mengkomunikasikan manfaat yang Golkar  saksikan sendiri dalam realitas masyarakat.

Berbicara

Agar bisa terjadi hubungan komunikasi timbal balik yang sesuai dengan tujuan komunikasi, segala hal yang berkaitan dengan proses komunikasi harus diperhatikan. Unsur utama dalam komunikasi adalah bagaimana masyarakat dapat menggunakan media dengan bahasa yang baik dan tepat sehingga pesan  aspirasi dapat sampai ke komunikan dalam hal ini wakil rakyat, pemerintah, pihak-pihak lain.

Golkar dan Media Jaringan Sosial

Berpolitik tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan sangat membutuhkan  dukungan dan suport dari jaringan yang terbentuk. Semakin luas dan solid jaringannya, semakin mempermudah pula dalam berpolitik.

Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang di dalamnya ada satu set aktor sosial, yaitu individu atau organisasi tertentu dan satu set hubungan antaraktor-aktor tersebut. Oleh dinamika perkembangan konvergensi media, maka pengertian jejaring sosial bergeser.

Jejaring sosial saat ini dikaitkan dengan komunitas virtual dan jaringan. Jejaring sosial adalah interaksi yang ada di dalam komunitas virtual dan jaringan, entah itu membuat, berbagi, maupun bertukar informasi dan ide-ide. Oleh karena itu partisipasi masyarakat dapat digalakkan dengan memanfaatkan jejaring sosial dalam proses pembentukan pendapat tentang mengatasi  Covid 19.

Media jaringan sosial adalah media yang disediakan secara gratis dengan syarat-syarat tertentu dan biasanya bersifat gratis dan online, dengan banyak fasilitas yang disediakan untuk mendukung membuat suatu jaringan, baik itu jaringan pertemanan, bisnis, fans, mencari teman lama dan lain sebagainya.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan internet di tanah air maupun di dunia, semakin banyak pula pilihan media jaringan sosial online, sebut saja facebook, video film, tagged, frienster, myspace, bebo , twitter,WA, dan lain-lain.

Golkar NTT mempertimbangkan saluran media yang mempunyai jangkauan yang luas, bahkan tidak terbatas kemampuan persuasifnya dalam hal ini pilihannya video film yang sangat viral.

Efek

Teori klasik Harold D. Lasswel selalu menjadi titik tolak penentuan unsur-unsur dalam suatu proses komunikasi. Demikian juga dengan komunikasi politik.

Teori tersebut mengemukakan lima unsur fundamental komunikasi: who (komunikator), says what (pesan), to whom (komunikan), in which channel (media), with what effect (dampak).

Effect atau dampak adalah suatu keniscayaan dalam komunikasi. Efektivitas komunikasi dinilai dari seberapa jauh kesamaan antara komunikator dan komunikan. Entah itu sama dari tataran pengetahuan atau informasi, sama sikap, hingga sama tindakan atau perilaku. Hal inilah yang dikonsepsikan sebagai efek komunikasi.

Kita mengindikasi dampak dengan tiga tingkatan. Pertama, kognitif. Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informatif bagi dirinya. Kedua, afektif.  Efek ini kadarnya lebih tinggi daripada efek kognitif. Komunikan yang terdapat dampak afektif mulai memberi sikap atas suatu informasi. Bukan hanya berhenti pada tataran tambahan pengetahuan (kognitif). Ketiga, konatif/behavioral. Efek behavioral/konatif ini kaitannya pada perilaku komunikan setelah proses komunikasi berlangsung.

Efektivitas komunikasi terbukti pada  partisipasi masyarakat dalam sayembara yang digelar untuk mendengar aspirasi masyarakat NTT mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten dan provinsi tersebut. Panitia menerima sebanyak 6.189 video. Komponen perempuan dan anak muda terbukti terlibat dalam partisipasi mengemukakan aspirasinya. Dari sepuluh juara yang terbaik limanya adalah perempuan, lima yang lain pria, termasuk perempuan muda dan pria muda anak milenial.

Dari sepuluh besar ditemukan efek pesan yang sangat kuat. Juara pertama atas nama Thomas Radiena,  anggota Polres Kupang. Thomas memiliki pesan yang sangat kuat, masuk akal, punya daya persuasi yang dapat membangkitkan kesadaran kognitif, keterlibatan afeksi dan perwujudan dalam tindakan perilaku pada publik. Tindakan solidaritasnya pada masyarakat kecil bisa diadopsi menjadi contoh yang hidup untuk diterapkan.  Thomas memberikan contoh  jalan keluar bagi tindak pendidikan/pembelajaran.

Thomas mengangkat kisah miris tentang sulitnya mengikuti pendidikan di masa pendemi Covid-19, mengalahkan peserta lain yang mengirimkan video. Dalam video berdurasi singkat itu, Thomas bercerita suatu hari dalam perjalanan ke kantor, dia melihat anak usia sekolah dasar menangis di pinggir jalan lantaran tidak memiliki pulsa data internet untuk mengikuti sekolah online.

Thomas kemudian memanggil sang anak dan membelikan pulsa data internet. Selanjutnya, untuk menjawab kebutuhan pulsa data internet anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya, Thomas berinisiatif untuk memasang wifi gratis dan membuka perpustakaan gratis bagi anak-anak untuk bisa belajar di tengah pandemi Covid-19.

Berkat wifi dan perpustakaan gratis yang diinisiasi oleh anggota polisi ini, anak-anak di sekitar tempat tinggalnya bisa belajar di tengah pandemi Covid-19.

Penutup

Golkar menyadari  bahwa melalui acara ini, semua aspirasi masyarakat NTT baik yang di NTT maupun di luar NTT (diaspora) merupakan masukan yang sangat berarti untuk Partai Golkar Nusa Tenggara Timur.

Golkar NTT  tahu  bahwa video-video tersebut sangat bernilai dan menjadi aspirasi yang terjaring langsung dari masyarakat Nusa Tenggara Timur, baik yang ada di NTT maupun di luar termasuk dari luar negri, sangat bermanfaat untuk ditindaklanjuti oleh semua kader Partai Golkar di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota melalui jaringannya, sehingga mendapat perhatian dari pemerintah dan atau pemangku kepentingan terkait.

Dari sejauh pelaksanaan Sayembara Rakyat Bicara Golkar Mendengar, dapat ditarik kesimpulan bahwa Golkar ada di tengah masyarakat,  baik komponen perempuan maupun anak muda milenial.  (*)

Staf  Pengajar FISIP Unwira Kupang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *