Api Semangat Golkar Nan Tak Kunjung Padam

  • Whatsapp
Emanuel Melkiades Laka Lena (kiri) memimpin rapat Komisi IX DPR RI

Oleh Tony Kleden

Bacaan Lainnya

Mulanya adalah keprihatinan. Keprihatinan membangkitkan kepedulian. Kepedulian melahirkan panggilan. Dan, akhirnya panggilan meminta aksi.

Jalan lempang dari keprihatinan hingga aksi ini dilalui Golkar NTT sangat nyata terlihat dan  mendominasi ruang publik di NTT hari-hari ini. Di bawah komando Ketua DPD Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mesin Partai Golkar hidup terus. Tidak pernah boleh mati. Harus tetap hangat.

Mesin partai yang hidup dan panas terus ini sudah berjalan lebih dari setahun. Pemicunya macam-macam. Musyawarah Daerah (Musda)  X, awal Maret 2020. Hari ulang tahun Golkar tahun  lalu. Konsolidasi partai di semua tingkatan. Situasi dan kondisi faktual NTT. Virus corona yang mewabah. Badai Seroja yang menghancurkan. Curah pendapat warga  melalui lomba karya tulis ide kreatif tentang penanganan Covid-19.  Lomba video pendek bertajuk Rakyat Bicara Golkar Mendengar, juga tentang penanganan Covid-19. Penjaringan bakal calon kepala daerah-wakil kepala daerah dan anggota legislatif secara dini.  Pembentukan dan pembangunan ribuan Pos Karya (Poskar) Peduli Sesama. Vaksinasi massal yang tinggal tunggu hari.

Emanuel Melkiades Laka Lena (kiri) memimpin rapat Komisi IX DPR RI

Beragam pemicu ini meminta rapat, diskusi dan curah pendapat.  Sharing dan berbagi pendapat, ide, gagasan.  Virtual maupun fisik. Peserta rapat ‘menghadiri’ rapat di ruang maya dan dihubungkan melalui jaringan internet. Sungguh melelahkan. Tapi juga asyik. Asyik  karena bisa diikuti dari mana saja asal ada sinyal internet. Asyik juga karena tumbuh habitus baru dalam urusan rapat dan pertemuan secara virtual.

Ada isu yang terkesan sepele.  Tetapi didiskusikan. Dibicarakan dalam rapat. Maksudnya jelas, yakni jika ada kesepakatan, jika ada keputusan, maka itu adalah kesepakatan dan keputusan bersama.  Sama-sama puas. Sama-sama bersemangat mengejawantahkannya dalam aksi dan tindakan.

Begitulah gaya Melki Laka Lena memimpin Partai Golkar NTT.  Yang sudah tua dan senior duduk bersebelahan dengan yang muda belia. Yang jam terbangnya sudah tinggi beradu argumen dengan pendatang baru. Yang masih dengan pakem lama duduk bersanding dengan yang milenial.

Suasananya cair nian. Tidak jaim. Jaga imij. Tidak juga pasang wibawa. Soalnya, semua sama. Sama di satu perahu. Perahu Golkar. Semua satu warna. Warna kuning. Padahal yang hadir bukan sembarang orang. Ada sejumlah mantan bupati. Ada mantan Walikota Kupang. Ada beberapa mantan ketua DPRD di NTT. Ada sederetan mantan  anggota Dewan.  Ada bupati aktif yang lagi memimpin. Ada wakil bupati aktif yang juga lagi memimpin. Ada puluhan anggota DPRD aktif. Ada akademisi yang ingin urun rembug dan sumbang pendapat.

Sesungguhnya kebersamaan ini menyentuh apa yang paling dalam di inti nukleus demokrasi. Demokrasi di partai. Ada interaksi, bukan hanya instruksi. Ada solusi, bukan sekadar visi dan misi. Ada spirit kebersamaan, bukan sekadar unjuk kekuasaan. Ada curah pendapat, bukan sekadar indoktrinasi dari atas. Ada konteks lokal yang perlu dipertimbangkan, bukan asal main tunjuk orang. Hukum yang berlaku adalah totalitas dalam bakti dan kontribusi, bukan berapa lama bergabung di partai.  Kedekatan tidak selalu laku.

Tepat kata-kata Ir. Ans Takalapeta, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar NTT. “Pak  Melki (Melki Lakan Lena, Pen) menjembatani semua kalangan dan elemen,” tandas mantan Bupati Alor dua periode ini pada acara pengumuman bakal calon legislatif dan bakal calon kepala daerah-wakil kepala daerah hasil penjaringan Golkar, Kamis, 1 Juli 2021 silam.

Ketua DPD Golkar Flores Timur, Yoseph Sani Betan (tengah) dan jajaran pengurus Golkar terjun memberi bantuan kepada korban banjir di Adonara, awal April 2021

Spirit dan gaya Melki Laka Lena seperti ini menyata dalam semua aksi dan keputusan di partai. Untuk menangani Covid-19 di NTT dibentuk Satgas Penanganan Covid Partai Golkar NTT.  Sinta Maku Djawa ditunjuk jadi ketuanya.

Ketika badai siklon seroja menghantam Kupang dan sekitarnya, dibentuk Satgas Bencana. Kantor DPD Golkar NTT jadi ramai sepanjang hari kurang lebih dua pekan. Genset  dihidupkan untuk membantu warga mengisi baterai handphone.  Wifi gratis disiapkan.

Liby Sinlaeloe, Heru Dupe, Deby Angksa dan kawan-kawannya saban bagi keliling Kota Kupang membagi ekstra fooding berupa bubur kacang ijo, air mineral,  juga vitamin untuk para pekerja yang membersihkan jalan, untuk para petugas PLN yang membereskan tiang dan kabel-kabel  listrik yang jatuh mencium bumi.

Siang hari, Riesta Ratna Megasari dan kawan-kawannya gantian keliling Kota Kupang, mendatangi posko-posko penampungan korban seroja membagi nasi bungkus, selimut dan rupa-rupa kebutuhan darurat.

Mesin Partai Golkar makin hidup dan panas ketika lewat setahun Covid-19 mewabah, menjadi pandemi tetapi tak kunjung berakhir juga. Ibarat memacu kendaraan, hari-hari ini Golkar NTT lari dengan gigi empat.  Perlu cepat. Tidak bisa pelan. Aksi nyata dibutuhkan rakyat.  Dan, Golkar NTT berada di depan ingin membantu masyarakat.

Pos Karya (Poskar) Peduli Sesama adalah wujudnya. Hanya dalam hitungan seminggu lebih dari seribu Poskar Peduli Sesama terbentuk di seluruh NTT. Hanya dengan mengandalkan komunikasi jarak jauh, rapat virtual ribuan Poskar itu terbentuk.

Yang luar biasa, pembentukan Poskar itu melibatkan para bakal calon kepala daerah yang mau maju melalui pintu Golkar, juga para bakal calon legislatif hasil jaringan Golkar.  Para kepala daerah aktif dari kader Golkar dan usungan Golkar, para anggota Fraksi Golkar dari Senayan sampai kabupaten. Semua terlibat dan bersatu hati menunjukkan semangat membangun Poskar itu.

Delapan anggota Fraksi Golkar DPRD Sumba Timur kompak menyalurkan aspirasi rakyat

Hakikatnya Poskar itu jadi tempat warga membantu warga. Melki Laka Lena  pada acara launching Poskar  itu, Sabtu (14/8/2021) sore, tegas  mengatakan, Poskar Peduli Sesama ini  diinisiasi oleh keluarga besar Golkar dengan pola swadaya masyarakat.

Jangan salah duga. Poskar ini bukan gudang bantuan.  Tempat warga datang meminta bantuan. Sebaliknya, Poskar ini jadi wadah saling membantu di masa sulit didera Covid-19 saat ini.

Ketika diinisiasi pembentukannya, Poskar ini hadir untuk memastikan bahwa warga tidak boleh sendirian di jalan hidupnya yang serba susah sekarang. Warga yang berkecukupan bisa membantu warga yang berkekurangan. Bantuan-bantuan dari mana saja bisa segera tersalurkan dan tiba di tangan masyarakat yang membutuhkan tanpa mesti menguap tak jelas ke mana rimbanya.

Dalam rumusan tegas, dengan Poskar tidak boleh ada warga  yang mati kelaparan ini. Ini semangatnya. Semangat seperti inilah yang kuat memicu dan memacu banyak elemen masyarakat untuk merapat ke Golkar. Merapat karena panggilan nurani. Merapat karena yakin dan percaya di Golkar semua bantuan yang disalurkan bisa dipertanggungjawabkan secara moral.

Tepat, karena itu, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menyebut Pokar ini dengan sebutan posko kemanusiaan. “Saya berharap posko kemanusiaan ini dapat menjalankan tugas sesuai dengan targetnya yaitu membantu masyarakat,” tegas  Hartarto yang juga Menko Perekonomian RI ini dalam sambutannya pada acara launching Poskar Peduli Sesama, Sabtu (14/8/2021).

Poktan Sinar Tani, Kodi Utara, Sumba Barat Daya bukti kehadiran Golkar di tengah masyarakat

Ketika menyebut Poskar ini sebagai posko kemanusiaan, pasti Hartarto paham akan pentingnya keberadaan wadah seperti  ini guna membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.  Hartarto paham karena menteri yang terkenal tenang, kalem dan total bekerja ini dipercayakan Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Hartarto tahu sudah berapa ribu triliun rupiah uang negara dialihkan untuk penanganan Covid-19 dan percepatan pemulihan ekonomi nasional. Hartarto tahu juga seperti apa dana-dana itu dikelola dengan baik, benar dan tepat sasaran.

Golkar sadar mengatasi dan melawan Covid-19 butuh solidaritas dan soliditas semua elemen bangsa. Tidak terkecuali. Golkar sadar percepatan pemulihan ekonomi nasional juga memerlukan banyak tangan dan energi besar menggerakkan semua sektor. Tidak bisa membiarkan pemerintah kerja sendiri.

Ketika hari-hari ini dan hari-hari ke depan, Golkar memberi warna kuat dan terang di tengah dan bersama masyarakat  menghadapi serba kesulitan yang melilit, itu hanya karena panggilan nurani. Intensinya adalah panggilan kemanusiaan. Jauh dari intensi politik. Jauh juga dari niat mencari panggung. Yang dilakukan Golkar adalah mengisi ruang kosong yang perlu diisi dengan kerja-kerja kemanusiaan.

Sebagai partai tua dengan jam terbang yang sudah tinggi, begitulah  cara Golkar menyatakan modus eksistensinya, yakni hadir untuk dan bersama rakyat.  (*)

 

  • Tony Kleden, Divisi Data, Sistem Informasi dan Pengembangan Bapilu Golkar NTT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *