Media Sosial Jadi Tema Temu OMK Paroki St. Cornelius Pohon Bao, Larantuka  

LARANTUKA KABARNTT.CO—Paroki St. Cornelius Pohon Bao, Kabupaten Flores Timur menggelar temu OMK (Orang Muda Katolik) Rayon Kota. Kegiatan ini diawali dengan perayaan misa kudus  dan dilanjutkan dengan talk show dengan tema bertajuk “OMK dan Media Sosial Kawan atau Lawan”.

Tema  ini dipilih lantaran Orang Muda Katolik ( OMK) Pohon Bao merasa perlu mendapatkan  pemahaman tentang pentingnya bermedia sosial yang baik dan benar.

Bacaan Lainnya
tonykleden

“Apalagi di tengah  perkembangan teknologi yang semakin canggih dan  membawa perubahan serta pengaruh yang besar terhadap semua kalangan terutama untuk OMK,”  ungkap Sekretaris OMK Pohon Bao,   Desi Bedanaen, Minggu, (20/11/2022).

Dikatakan Desi, melalui pendalaman tema ini OMK  diajak agar dapat bijak dalam bermedia sosial serta mampu memahami manfaat sebenarnya dari medsos tersebut.

“Berawal dari krisis keprihatinan ini sehingga talk show sengaja diangkat tema” OMK dan Medsos Kawan Atau Lawan,” kata Desi.

Kegiatan di Gereja Baru Paroki St. Cornelius Pohon Bao ini menghadirkan narasumber RD. Moses Watan Boro, Pr,  dan RD Inosensius Soni Koten, Pr, serta  melibatkan semua OMK.

Temu OMK ini, kata Desi,  rutin digalakkan. Kali ini temu yang ke empat, dan Paroki Pohon Bao menjadi tuan rumah. Yang hadir dalam temu OMK ini terdiri dari OMK Rayon Kota yang tersebar di enam paroki  yaitu OMK Riangkemie, Weri, San Juan, Pohon Bao, Katedral dan Waibalun.

Sementara itu, RD. Moses Watan Boro, meminta  agar selalu bijak ketika menulis di media sosial sebab setiap kata maupun kalimat adalah cerminan diri. “Bijaklah dalam bermedia sosial, gunakan jari tanganmu dengan bijak. Setiap kata yang dituliskan di medsos adalah cerminan dari diri Anda,” katanya.

Senada dengan itu, RD. Soni Koten, dalam pemaparannya menegaskan  bahwa Gereja sangat peduli terhadap orang muda di era digital ini sebab banyak  yang  mudah terprovokasi lewat media sosial hingga berujung  pada  perkelahian antara siswa yang sering terjadi di Lota Larantuka.

Oleh sebab itu, ia berharap  agar  melalui  kegiatan  ini OMK  bisa menjadi pelopor dalam penggunaan media sosial yang baik untuk generasi muda.

Ada beberapa hal yang disepakati sebagai bentuk keberlanjutan atau aksi dari kegiatan temu OMK itu.  di antaranya menjadi pendorong atau promotor penyelesaian data biduk di paroki masing-masing. Juga membantu Pohon Bao menjual/mendistribusikan tiket pementasan teater Tonu Wujo yang akan terjadi pada tanggal 16 Desember 2022.

Selain itu,  pada bulan Desember melaksanakan kegiatan rekoleksi OMK di masing-masing paroki. (ama)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *