Jumat Agung Tanpa Prosesi, Begini Komentar Nani Betan

LARANTUKA KABARNTT.CO—Untuk kedua kali setelah tahun lalu, prosesi akbar  Jumat Agung di Larantuka, Jumat (2/4/2021) malam, tanpa prosesi bersama umat.

Seluruh rangkaian acara keagamaan paling kolosal di dunia ini dipusatkan di Gereja Katedral Larantuka, dipimpin Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung, Pr.

Bacaan Lainnya

Tidak ada prosesi sebagaimana biasa. Dua kapela yang menjadi pusat perhatian dan ramai dikunjungi umat, yakni Kapela Tuan Ma (Bunda Maria) dan Kapela Tuan Ana (Tuhan Yesus),  dibuka hanya pintu samping dengan maksud tidak dibuka untuk umum.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Flotim, Yoseph Sani Betan, ST, merespon positif itu kebijakan itu.

“Saya yakin semua umat Katolik Larantuka dan sekitarnya memahami kondisi  ini. Sudah dua tahun prosesi akbar Jumat Agung tidak dilakukan. Pertimbangannya hanya satu saja, yakni pandemi Covid-19 yang masih melanda,” kata Nani Betan, sapaan Yoseph Sani Betan kepada kabarntt.co, Sabtu (3/4/2021) pagi.

Menurut mantan Ketua DPRD Flotim itu, kebijakan Uskup Larantuka dan Pemerintah Flotim, meniadakan rangkaian Semana Santa Larantuka tak lain untuk mendukung pemerintah melawan dan mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita dukung kebijakan ini agar wabah Covid-19 tidak ikut menyebar. Sebagai umat Katolik  saya sangat mengerti kerinduan umat Katolik di Larantuka dan sekitarnya mengikuti rangkaian acara Semana Santa Larantuka. Prosesi Jumat Agung itu ekspresi iman mereka. Maka ketika sudah dua tahun ditiadakan, mereka tentu sangat merindukan itu. Covid-19 yang masih membatasi harapan dan kerinduan itu,” kata Nani Betan.

Nani berharap dengan mengikuti kebijakan Uskup Larantuka dan Pemerintah Kabupaten Flotim, penyebaran Covid-19 di Larantuka bisa diatasi. “Kita berharap tahun depan rangkaian Semana Santa bisa dilakukan sebagaimana biasanya,” kata Nani berharap. (den)

Pos terkait