HUT ke-71 IBI, Pemerintah Harap Bidan Bantu Lahirkan Generasi Sehat

KUPANG KABARNTT.CO—Peran bidan bukan hanya membantu melahirkan bayi, namun juga membantu melahirkan anak yang berproduktif dan berkualitas serta generasi yang sehat.

Harapan ini disampaikan Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Kesehatan, dr. Stef Bria Seran, pada peringatan   Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi NTT, PC IBI Kota Kupang, Jumat (24/6/2022).

Bacaan Lainnya
tonykleden

HUT IBI dipusatkan di Pustu Tenau 1, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Stef Bria Seran yang  mewakili Gubernur NTT menyampaikan selamat hari ulang tahun ke-71 IBI. Stef   berharap IBI di NTT tetap memberikan pelayanan yang baik kepada ibu hamil dan memberikan edukasi dalam penanganan ibu hamil dari 0 bulan sampai pada persalinan.

“Pak Gubernur menitipkan selamat merayakan HUT IBI dan berpesan agar bidan di NTT tetap semangat dalam mendukung pelayanan keselamatan ibu dan bayi. Kita tahu bahwa bidan sangat berperan penting dalam kelancaran persalinan ibu dan keselamatan bayi, sehingga kami sangat memberikan apresiasi yang tinggi dan semoga tetap semangat dalam pelayanan kepada masyarakat,” ungkap mamtan Bupati Malaka tersebut.

Mantan Kadis Kesehatan NTT ini mengatakan, pemerintah menaruh perhatian khusus pada bidang ini, dalam membantu memberikan edukasi dan pemahaman bagi ibu baru untuk melahirkan anak-anak yang sehat dan juga menekan angka stunting.

“Bidan juga sangat berperan dalam menurunkan angka stunting. Karena itu edukasi dan juga pembekalan dari ibu muda perlu lebih digalakkan,” serunya.

Sementara Ketua Pengurus Daerah IBI NTT, Damita Palalangan, menyampaikan tugas Bidan bukan hanya membantu melahirkan, namun juga mempunyai tugas memberikan edukasi dan perhatian kepada ibu hamil dari proses mengandung sampai melahirkan. Karena andil mereka itulah, anak yang dilahirkan tidak mengalami kematian dan juga stunting.

“Peran seorang bidan itu memberikan perawatan prenatal atau sebelum persalinan (melahirkan), memeriksa kondisi fisik ibu selama masa kehamilan, saat persalinan dan setelah melahirkan, mendampingi ibu dan menangani secara langsung persalinan per vaginal, mengindentifikasi kemungkinan terjadinya komplikasi dari persalinan, memantau kondisi janin selama proses persalinan serta memberikan saran medis pada ibu hamil jika sewaktu-waktu diperlukan,” jelas Damita.

Damita mengatakan, angka stunting yang cukup tinggi di NTT menuntut kerja keras dari bidan.

“Makanya salah satu kegiatan yaitu mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, karena jika ada maslaah kesehatan mereka akan mencari bidan. Nah, salah satu peran bidan juga bagaimana membuat bayi yang lahir itu bisa tumbuh menjadi generasi sehat, berkualitas dan produktif. Karena jika bayi tersebut tidak produktif dan tidak berkualitas maka akan menjadi beban untuk keluarganya,” serunya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.