WALHI NTT Launching Ata Modo, Sebuah Film Dokumenter

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—WALHI NTT meluncurkan sebuah film dokumenter berjudul Ata Modo – Elegi Orang Komodo, Jumat (30/8/2021).

Film dokumenter tersebut, sebagaimana isi rilis yang diterima  kabarntt.co bercerita tentang masyarakat Suku Modo yang telah bertahun-tahun tinggal di Pulau Komodo, berdampingan dengan satwa liar yang menjadi ikon Nusa Tenggara Timur yakni biawak komodo (Varanus komodoensis).

Bacaan Lainnya

Selain mengangkat tentang pola konservasi secara kultural oleh terhadap komodo, film ini juga memotret suara-suara masyarakat suku modo yang saat ini terhimpit penghidupannya oleh berbagai kebijakan terkait konservasi dan investasi pariwisata di Kawasan Taman Nasional Komodo.

Umbu Wulang selaku Direktur WALHI NTT dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembuatan film ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas kebangkrutan sumber daya alam yang terus terjadi di NTT dan WALHI NTT tidak mau hal ini terjadi juga pada komodo.

Ia juga menambahkan bahwa proses kebangkrutan ini disebabkan secara struktural atau karena kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat dan lingkungan.

Turut hadir sejumlah penanggap yang berasal dari beberapa kalangan seperti Akbar Al Ayubbi (pemuda suku modo), Nurhidayati (Direktur WALHI Eksekutif Nasional), Ansy Lema (anggota Komisi IV DPR RI) dan Honing Sani (lawyer dan pemerhati pembangunan di NTT).

Para penanggap tersebut memberi apresiasi dan  tanggapan positif terhadap film dokumenter yang diproduksi oleh WALHI, Hutan Hujan dan Ok Studio ini.

Selain melakukan nonton bareng melalui acara launching, WALHI NTT juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan nonton bareng di rumah bersama keluarga melalui bagi-bagi link kepada masyarakat yang mendaftar.

Sampai saat ini sudah lebih dari 100 pendaftar yang mendaftarkan untuk memperoleh link nonton bareng. WALHI NTT mengucapkan terima kasih kepada antusiasme masyarakat terhadap film ini, baik yang mengikuti launching virtual maupun yang telah mendaftarkan diri.

Harapannya film ini dapat menambah khazanah pengetahuan masyarakat terkait keanekaragaman kearifan lokal di NTT dalam mempertahankan kelestarian sumber daya alam dan ekosistem. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *