Tidak Punya Komputer, SMPN 13 Borong Tryout di SMAN3 Borong

  • Whatsapp

BORONG KABARNTT.CO—Tidak memiliki komputer, 49 siswa kelas IX SMPN 13 Borong mengikuti tryout Ujian Sekolah Berstandar Digital (USBD) di SMAN 3 Borong, Jumat (12/3/2021).

Tryout berlangsung di lab komputer  dan ruangan kelas SMAN 3 Borong. Sebagian siswa menggunakan ipad sekolah karena keterbatasan komputer.

Bacaan Lainnya

Veraniati Apolonia Bimbar, siswa kelas XII SMPN 13 Borong mengatakan, dirinya sangat bangga dengan ujian sekolah berbasis digital.

Menurut Vera, USBD tidak ribet seperti ujian dengan menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK). “Kita membutuhkan waktu yang lama untuk mengisi bidoata. Dengan USBD prosesnya sangat cepat dan mudah,” terang Vera.

Selain mudah dan cepat, kata Vera, siswa juga dapat menyentuh langsung komputer. “Selama ini kami hanya mendengar teori saja,” cetusnya

Alfonsus Jemantu, guru pendamping, kepada media ini mengatakan, USBD mempermudah segala proses. “Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk persiapan,” kata Jemantu.

Para guru juga, kata Jemantu, hanya mendampingi siswa yang tidak mengerti operasi komputer. :Kalau hal lain, semuanya beres dan aman terkendali,” terang Alfons.

Sementara Teknisi Lab Komputer SMAN 3 Borong, Damansus Hans Satu, mengatakan, yang menjadi kendala dalam pelaksanaan USBD adalah ketersediaan jaringan.

“Kendala paling besar itu jaringan. Perangkat sudah aman semua. Akses ke jaringan sudah bagus. Hanya saja kendalanya adalah jaringan yang tersedia,”  kata Hans.

Pemerintah seharusnya menyediakan sistem ofline juga. “Mencegah bila ada gangguan jaringan. Tidak hanya itu, sistem ofline itu mengantisipasi sekolah-sekolah yang tidak terjangkau jaringan,” tutup Hans.

Sementara Kepala SMPN 13 Borong, Wihelmina Juit, S.Pd, menuturkan, dirinya sangat berterima kasih dengan Lembaga SMAN 3 Borong yang mau bekerja sama dengan sekolahnya.

Dikatakan Wihelmina, SMAN 3 Borong sudah mengatasi keterbatasan mereka di SMPN 13 Borong. Kekurangan komputer membuat SMPN 13 Borong tidak bisa melaksanakan program USBD yang dicanangkan Pemda Matim.

“Namun di tengah kami sibuk mencari solusi dari masalah itu, SMAN 3 Borong siap menjalin kerja sama dengan meminjamkan komputer dan ipadnya untuk dipakai siswa melaksanakan USBD,” terang Wihelmina.

Menurut Wihelmina, USBD ini lebih pada bagaimana siswa mengenal IT. “Lembaga pendidikan harus benar-benar peka dengan kemajuan teknologi hari ini. Cukup generasi kami yang Gaptek,” katanya.

Generasi milenial, kata Wihelmina, harus lebih tahu dan hebat lagi demi mendongkrak sistem pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi.

“Terima kasih kepada pimpinan dan Civitas SMAN 3 Borong yang sudah menjalin kerja sama dengan kami. Harapan saya, 49 siswa saya hari ini yang mengikuti simulasi USBD nantinya melanjutkan sekolahnya di SMAN 3 Borong,” kata Wihelmina.  (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *