Siswa di Manggarai Timur Diusir dari Sekolah, Netizen Geram

  • Whatsapp

BORONG KABARNTT.CO—Anak sekolah yang diusir dari sekolah di Manggarai Timur baru-baru ini yang jadi viral di media sosial karena tunggakan uang komite membuat  netizen geram.

Dilansir dari grup facebook Demokrasi Manggarai Timur (DMT), netizen memberikan tangggapan pada postingan terkait anak sekolah yang diusir dari sekolah di SDK Jawang, Kecamatan Borong, Manggarai Timur.

Bacaan Lainnya

Pihak SDK Jawang, tidak memberikan izin mengikuti ujian bagi siswa  Yohana Aurel Ririn,  Senin (7/6/2021), lantaran tunggakan uang komite sebesar Rp 300.000.

Netizen di grup facebook DMT itu rupanya tidak tinggal diam melihat kasus tersebut.

Sebagian netizen kecewa dengan pihak sekolah karena tidak memberikan solusi yang bijak kepada Aurel Ririn.

Seperti netizen dengan nama facebook Marselinus Agin Omor sangat menyayangkan sikap SDK Jawang

“Sedih, perlu ada kelonggaran kebijakan,” tulisnya.

Akun facebok  Vhenand Jehatu, menulis, “Apakah tidak ada cara dan solusi lain selain diusir? Memang pendidikan sekarang, sekolah menjadi tempat bisnis untuk mencari investasi.”

Akun facebook Digna Audaketer juga mengatakan bahwa tindakan sekolah bisa mempengaruhi mental seorang siswa.

“Olee, sudah tidak ada jalan terbaik kah untuk siswa tersebut? Dia dikeluarkan dari ruangan saja sudah menekan psikis siswa,” tulisnya.

Netizen lain seperti Martinus Kurum  menghubungkan kasus tersebut tarkait jumlah kebutuhan PNS di Pemda Matim

“Saya mendukung guru, hak dan kewajibannya harus sejalan. Coba pemerintah perbanyak guru PNS atau uang bosda kasih naik, pasti tidak ada lagi yang namanya uang komite,” tulinya.

Selain itu, akun facebook Peter Dodam Peter juga memberikan komentar kepada pihak Dinas PPO Matim.

“YTH Kadis PPO Matim, perhatikan seluruh sekolah di Matim saat ini. Sudah ada kasus spele yg menimpa anak ini dikarenakan belum bisa membayar uang SPP, Apakah sekolah ini tidak ada kebijakan sama sekal untuk anak ini. Tolong berikan kelonggaran untuk orangtua siswa dan beri solusi agar anak ini tetap ujian,”  tulisnya.

Terkait hal itu,  Kadis PPO Matim ,Basilius Teto, memberikan tanggapannya. Dilansir dari media floreseditorial.com, Senin (7/6/2021), Teto menyatakan rasa kecewa kepada pihak SDK Jawang dan akan memanggil Kepala SDK Jawang secepatnya.

“Tidak benar itu ,dana komite tidak dipaksakan, kenapa sampai siswa dikorbankan seperti itu?” ujar Teto. (leo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *