NTT Harus Jadi Garda Terdepan Jaga Pancasila

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) harus berada di garda terdepan dalam menjaga Pancasila. Pasalnya, NTT adalah rumah, tempat lahirnya Pancasila.

Harapan ini dilontarkan Dr. Inche Sayuna, Wakil Ketua DPRD NTT, terkait peringatan Hari Lahirnya Pancasila, yang jatuh pada Selasa (1/6/2021).

Bacaan Lainnya

“NTT merupakan rumah tempat lahirnya Pancasila dan Pancasila adalah rumah bagi Indonesia. Tanpa harus disuruh, masyarakat NTT harus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan Pancasila,” kata Inche kepada kabarntt.co, Senin (31/5/2021) malam.

Inche mengatakan, hari lahirnya Pancasila merupakan hari yang paling istimewa bagi NTT, karena Pancasila lahir di NTT.

“NTT punya tempat tersendiri terhadap hari lahir Pancasila. Karena Bung Karno mendapatkan ide untuk menyusun naskah Pancasila itu ketika ada di Ende. Karena itu menurut saya, ini perjalanan sejarah yang luar biasa bagi NTT dan kita sungguh berharap supaya seluruh warga Indonesia, khususnya NTT, harus menjadi garda terdepan untuk menjaga Pancasila sebagai rumah bersama bagi seluruh warga Negara Indonesia,”  kata wakil rakyat dari Fraksi Golkar ini.

Menurut Inche, ancaman paham radikalisme menjadi ancaman yang serius bagi negara. Karena sekelompok orang berusaha untuk mengganti idiologi negara yakni Pancasila dengan idiologi yang lain.

“Ancaman kita akhir-akhir ini adalah soal radikalisme. Ini merupakan sebuah ancaman yang serius bagi negara, karena ada sekelompok orang yang berusaha untuk mengganti idiologi Pancasila dengan idiologi yang lain. Saya kira ini menjadi perang bersama bagi seluruh warga Indonesia terhadap ancaman ini. Dan masyarakat NTT harus menjadi pihak yang berada di garda terdepan untuk menjaga idiologi ini tetap ada dan tetap terjaga serta lestari di Indonesia,” serunya.

Lahirnya Pancasila itu, kata Inche, digali dari budaya bangsa sendiri, dan karena itu Pancasila sebagai dasar megara harus tetap eksis dan terjaga.

Saat ini pemimpin negara, TNI-Polri sudah menyatakan sikap bahwa Pancasila merupakan satu-satunya idiologi negara. Jika ada ancaman terhadap idiologi, maka Indonesia siap untuk memberikan sanksi yang pantas.

“Buktinya hari ini tetap berdiri kokoh sebagai dasar negara, dasar falsafah, sumber dari segala sumber hukum di Indonesia,” tegasnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *