Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ikut Pantau Vaksinasi di Paroki Asumpta

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO— Mindriyati Astiningsih Laka Lena sengaja datang ke Gereja Sta. Maria Asumpta Kota Kupang, Kamis (26/8/2021) pagi. Istri Emanuel Melkiades Laka Lena ini  ingin hadir dan menyaksikan sendiri vaksinasi massal yang diselenggarakan Komisi IX DPR RI  bekerja sama dengan Pusat Analisis Determinan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Astiningsih hadir mewakili suaminya, yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. Kepada media, Astiningsih mengatakan, dia hadir sebagai bukti dukungannya atas vaksinasi dalam membentuk herd immunity 70 persen masyarakat Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

“Tujuannya sama sebenarnya, untuk mempercepat vaksinasi di NTT. Kita ambil dari Kota Kupang dulu dan bersyukur tadi kalau dari ibu yang dari Dinkes tadi kalau Kota Kupang sudah 50%. Semoga dengan partisipasi dari DPR-RI ini akan semakin mempercepat supaya 70% segera tercapai,” jelasnya.

Pihaknya juga menghimbau pemerintah dan instansi terkait selalu memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat yang belum sepenuhnya sadar terhadap pentingnya vaksinasi.

“Yang pertama tentu harus ada sosialisasi dan edukasi. Sebenarnya kita dorong dari puskesmas untuk urusan layanan kesehatan masyarakat, mungkin juga kendalanya banyak yang lebih berumur, pemahaman mungkin kurang. Nah itu bisa dibantu didekati dari puskesmas. Kemudian juga dari orang-orang di sekitar bisa membantu dalam hal informasi kepada masyarakat. Semuanya itu berawal dari informasi, kalau kita salah informasi atau tidak mendapat informasi yang benar, kita bisa bingung, bisa juga ketakutan yang berlebihan,” jelasnya.

Pihaknya juga mendorong vaksinasi usia remaja, agar seluruh masyarakat Indonesia terkofer dalam hal vaksin. Lebih efektif, kata Astiningsih, agar vaksinasi untuk remaja dilaksanakan di setiap sekolah.

“Mungkin datanya lebih gampang, lebih valid kalau dari institusi pendidikan. Jadi yang SMP kelihatan jelas datanya, yang SMA juga bisa bekerja sama dengan puskesmas, mungkin setelah ini nanti sekitar 1 atau 2 minggu lagi 70% sudah selesai bisa dialihkan ke yang pelajar yang 12 tahun ke atas, supaya harapannya nanti peserta didik yang 12 tahun ke atas sudah bisa tervaksinasi pembelajaran secara langsung juga bisa didorong untuk segera di buka,” imbuhnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *