Melki Laka Lena Usul Pengerahan Kekuatan Tenaga Kesehatan Semesta

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Mencegah melajunya kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah perlu mempersiapkan berbagai kebutuhan terkait dengan tenaga kesehatan yang memadai, baik di rumah sakit maupun di tempat-tempat isolasi terpusat dan ketersediaan obat-obatan serta fasilitas kesehatan khususnya oksigen yang dibutuhkan akhir-akhir ini dalam jumlah yang cukup.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Imanuel Melkiades Laka Lena, lewat pesan suaranya, Sabtu (10/7/2021), menjelaskan ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai, obat-obatan dan alat kesehatan pendukung sangat dibutuhkan dalam mendukung penanganan Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Dengan ketersediaan ini  semoga kita mampu menekan jumlah angka kematian,” kata Melki.

Melki mendorong pemerintah agar memformulasikan kembali bagaimana mempersiapkan tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di rumah sakit maupun di tempat isolasi terpusat.

Dengan keterbatasan fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatan yang mungkin sudah lelah, kata Melki, pemerintah perlu  memikirkan sebuah pola yang lebih bergerak baik di lapangan.

“Bagaimana tenaga kesehatan di lapangan yang ada saat ini semua bisa dikerahkan. Saya menyebutnya pengerahan kekuatan tenaga kesehatan semesta.  Di mana semua tenaga kesehatan yang ada ini yang berkerja di berbagai tempat, di fasilitas kesehatan, khususnya di rumah sakit rujukan Covid-19 maupun rumah sakit yang ada di Indonesia termasuk di klinik dan puskesmas itu perlu dipersiapkan dengan baik,” tegas Ketua DPD I Golkar NTT ini

Menurutnya, tenaga kesehatan usia produktif tidak komorbit bisa dipersiapkan untuk mengisi kekosongan atau kekurangan dari tenaga kesehatan di tanah air untuk mendukung dan terlibat dalam penanganan Covid-19.

“Tenaga kesehatan yang sudah lulus yang dari berbagai kampus di tanah air baik itu dari kedokteran, bidan, perawat maupun farmasi yang belum memiliki surat izin untuk beroperasi/praktet, ini perlu dipermudah agar mereka segera bekerja membantu pelayanan penanganan Covid-19 maupun non pelayanan covid. Karena kita juga harus memikirkan pelayanan kesehatan lain selain Covid-19 yang juga harus mendapatkan perhatian. Mereka harus dipermudah dengan kerja sama dengan Kemenkes,  Kementerian Pendidikan dan badan profesi masing-masing,” jelasnya.

Melki juga mendorong agar mahasiswa yang sudah berada di semester akhir, khusus tenaga kesehatan baik itu fakultas kedokteran, farmasi, perawat bidan dan lainnya, perlu dipersiapkan sebagai tenaga kesehatan cadangan.

“Karena ini kondisi negara memanggil mereka juga mestinya mempersiapkan diri untuk bisa mendukung pelayanan penanganan Covid-19 maupun pelayanan kesehatan non Covid-19 yang membutuhkn perhatian hari ini dan kita sangat kekurangan tenaga,” tandasnya.

Melki juga memberikan apresiasi bagi seluruh pihak yang sudah membantu dan mendukung penanganan Covid-19 di tanah air.

“Juga tak lupa kerja sama yang baik dari luar negeri, termasuk negara-negara sahabat, perusahaan multinasional dan juga diaspora Indonesia yang ada di luar negeri. Somaga kerja sama kita ini mampu mempercepat pengendalian Covid-19,” tandas Melki. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *