Gelar Orientasi KPM, BISA Target Stunting TTU Turun

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.COBetter Investment for Stunting Alleviation (BISA) adalah paket intervensi terpadu untuk mendukung program Pemerintah Indonesia melalui intervensi gizi  spesifik dan gizi sensitif untuk menurunkan stunting sebagaimana tertuang dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting 2018-2024.

Bertempat di Hotel Viktory II Kefamenanu, Save the Children yang bekerja sama dengan Nutrition International dan pemerintah daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar kegiatan Orientasi Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan kepala desa atau tokoh penggerak Gizi (Nutrition Champions) tentang Intervensi Kunci dalam Strategi Nasional Stunting, 8 Aksi Konvergensi, Strategi komunikasi Perubahan Perilaku dan Pemetaan Masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kepada media, Selasa (23/2/2021), Prima Setiawan, Chief of Party BISA  mengatakan, kegiatan ini disuport oleh program BISA, yaitu salah satu paket intervensi terpadu untuk mendukung program Pemerintah Indonesia melalui intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif untuk menurunkan stunting sebagaimana tertuang dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting 2018-2024.

Setiawan  mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut adalah sebagai bentuk penyegaran kembali terkait beberapa hal di antaranya intervensi kunci dalam strategi nasional stunting, 8 aksi konvergensi, tugas dan peran KPM, strategi komunikasi perubahan perilaku dan pemetaan masyarakat.

“Jadi hari ini kita mau melakukan penyegaran kembali tentang aksi konvergensi di tingkat desa, yaitu mengacu pada 5 layanan yang ada 14 indikator yang perlu dilengkapi oleh KPM dalam upaya pencegahan stunting itu yang kemudian bersama dengan kepala desa dan sektor lainnya di desa untuk membangun forum desa sehat,” kata Setiawan.

Setiawan mengatakan,  salah satu tugas KPM adalah melakukan pemetaan sosial, yaitu pemetaan keluarga dengan 1000 hari pertama kehidupan terutama dari keluarga yang ada ibu hamilnya, kemudian yang memiliki anak usia 0-24 bulan, juga keluarga yang memiliki anak remaja (usia 12-18 tahun) yang dalam strategi nasional juga turut disasar.

Peserta kegiatan orientasi ini adalah kepala desa dan petugas KPM yang berasal dari 20 desa di wilayah layanan BISA yang merupakan wilayah lokusnya pemerintah.

Sementara itu, Yustina Muti, Kepala Bidang Pemberdayaan Kemasyarakatan Dinas PMD Kabupaten TTU  mengatakan, di TTU telah dilakukan berbagai upaya dalam penanganan stunting dan progresnya sangat bagus.

“Angka stunting di TTU tahun ini menurun sekali dan progresnya sangat bagus. Dari tahun lalu angka stunting Kabupaten TTU berada di posisi 35% lebih hingga Februari tahun ini sesuai data dari dinas kesehatan menurun menjadi 28 %,” ucap Yustina.

Yustina optimis bahwa angka stunting di TTU akan terus berkurang.

“Memang target WHO angka stunting itu harus ada di angka 20%. Tapi saya optimis bahwa ke depan kita akan mencapai target tersebut,” ujar Yustina.

Kepada para kepala desa dan para kader posyandu, Yustina berpesan agar dalam proses perencanaan penggunaan anggaran harus dianggarkan untuk stunting sesuai dengan hasil pemetaan dari kader pembangunan manusia (KPM).

“Kita berharap agar apa yang dikaji atau didata oleh KPM yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), ibu hamil dan bayi dari 0-23 bulan mendapatkan pengalokasian anggaran dari dana desa untuk pemberian 5 menu sebagaimana yang diatur dalam peraturan Kemendes, yakni kesehatan ibu dan anak, konseling gizi terpadu, air bersih dan sanitasi, perlindungan sosial atau jaminan kesehatan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” jelas Yustina.  (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *