DPRD Dorong 100 Persen Vaksinasi Guru/Tenaga Pendidik

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Kalangan DPRD Kota Kupang mendorong 100 persen vaksinasi untuk para guru atau tenaga pendidik di Kota Kupang. Dorongan ini sekaligus menjawab peluang pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru nanti.

Seratus persen guru atau tenaga pendidik ini sekaligus menjawab  SKB 4 Menteri yang mengharuskan semua guru baru boleh mengajar tatap muka kalau sudah divaksin.

Bacaan Lainnya

Menurut data yang ada, di Kota Kupang masih seribu lebih guru yang belum divaksin. Karena itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang memfasilitasi para guru yang belum divaksin untuk segera divaksin.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Alfred Djami Wila, menghimbau agar semua tenaga pendidik sudah harus divaksin sebelum melakukan pengajaran tatap muka di kelas.

“Kami DPRD tetap mendorong pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan lebih tegas dan menelusuri seluruh tenaga pendidik yang belum divaksin agar melakukan vaksinasi. Saat liburan ini menjadi momen yang baik untuk memperoleh vaksin karena bisa beristirahat setelah vaksin,”  tegas Alfred.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, karena selalu melakukan koordinasi yang baik dengan Dinas Kesehatan sehingga sampai hari ini data vaksinasi untuk tenaga pendidik sudah hampir 100 persen.

“Minggu lalu kan sisa 1.000 lebih guru atau tenaga pendidik yang belum divaksin.  Kemarin  mereka melakukan vaksinasi massal mencapai 900 orang, sudah hampir 100 persen. Kerja keras ini perlu diapresiasi dan perlu ditingkatkan karena ini adalah kepentingan anak-anak kita,”  kata wakil rakyat dari  Fraksi Golkar ini.

Alfred menghimbau agar kesiapan fasilitas pendukung di seluruh sekolah di Kota Kupang yang merencanakan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar dilengkapi dengan baik, sehingga tidak ada kasus baru saat KBM berjalan.

“Fasilitas pendukung di sekolah yang melaksanakan tatap muka perlu dipersiapkan dengan baik. Kita harus menjaga anak-anak kita nyaman dalam hal mendapatkan pendidikan. Jika tidak memungkinkan maka harus mengambil langkah strategis agar tidak ada kasus Covid-19 selama KBM berjalan,”  katanya.

Alfred juga mengingatkan agar guru/tenaga pendidik yang belum divaksin tidak boleh memaksakan diri untuk mengajar. Karena sesuai dengan aturan dari Gugus Tugas, para guru dipastikan sudah divaksin sebelum memulai pengajaran tatap muka.

“Perlu diketahui ada peraturan baru, bahwa guru/tenaga pendidik yang belum divaksin tidak diperbolehkan untuk mengajar. Iitu syarat yang harus dipenuhi,” tegasnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *