BPJS Ketenagakerjaan Atambua Serahkan JKM Kepada Ahli Waris di Perbatasan TTU – Timor Leste

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.CO – Bertempat di Kantor Camat Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Atambua, Rabu (1/9/2021), merealisasikan penyerahan  uang santunan kematian secara simbolis  sebesar Rp 42.000.000 kepada ahli waris dari Balthasar Suni (alm), warga desa Banain A, kecamatan Bikomi Utara, yang telah berpulang karena sakit.

Disaksikan wartawan, hadir dalam acara tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Atambua, Nasrullah Umar, Wakil TP PKK TTU, Ny. Susana Suryani Sarumaha, Camat Bikomi Utara, Simon Monenmnasi, S.Fil serta semua pengurus dari Yafa yang merupakan salah satu perisai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Atambua yang berada di TTU.

Bacaan Lainnya

Kehadiran mereka disambut langsung oleh ahli waris keluarga dari almarhum  Balthasar Suni beserta pegawai kantor camat dan seluruh perwakilan dari perangkat desa, BPD se-Kecamatan Bikomi Utara.

Sebelum penyerahan JKM, dilangsungkan sosialisasi dari pihak BPJS Ketenagakerjaan yang dibuka oleh Camat Bikomi Utara. Seterusnya penyampaian singkat terkait BPJS Ketenagakerjaan oleh kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Atambua, sambutan dari ibu wakil TP PKK dan perwakilan dari Perisai Yafa.

Penyerahan secara simbolis santunan kematian kepada istri dari almarhum Balthasar Suni berdasarkan aturan yang berlaku, kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami musibah meninggal dunia akan mendapatkan pembayaran santunan kematian yang akan diberikan kepada ahli waris.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Atambua, Nasrullah Umar, kepada wartawan mengungkapkan proses realisasi JKM untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Biasanya pembayaran klien itu paling lama 7 hari, cuman kondisi sekarang khusus Cabang Atambua, total peserta yang kami cover sekarang itu terdapat 42 ribu lebih orang,” ucap Nasrullah.

Dikatakan Nasrullah, dengan jumlah 42 ribu yang telah terdaftar, maka tingkat kematian juga semakin banyak. “Sehingga ada keterlambatan proses-proses dimana ada berkas yang sudah ditentukan oleh aturan, namun kami juga harus penuhi misalnya harus ada pengecekan berkas pendukung misalnya riwayat sakitnya di rumah sakit dan lain-lain,” kata Nasrullah.

Nasrullah melanjutkan, total kasus JKM yang telah diproses dan juga kasus yang sementara diproses terkhusus  untuk wilayah Kabupaten TTU.

“Jumlah penerima santunan hingga hari ini, ada 56 kasus JKM dengan total santunan itu 2 miliar lebih yang kita bayarkan. Namun khusus untuk TTU ada 18 berkas JKM yang masih sementara dilengkapi, kita akan verifikasi satu demi satu, jadi setiap hari memang lakukan pembayaran karena semua berproses,” urai Nasrullah.

Nasrullah menambahkan “Pastinya semua pendaftaran yang sesuai dengan regulasi, itu kami pasti bayarkan. kami tetap melakukan proses sesuai aturan yang berlaku.”

Nasrullah juga menyampaikan, khusus  untuk Kabupaten TTU dari bulan Januari hingga Agustus terdaftar 21 ribu peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK TTU, Ny. Susana Suryani Sarumaha menyampaikan  dukungannya terhadap program tersebut karena karena masyarakat sangat terbantu.

“Saya sangat mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan dan juga teman-teman yang bekerja di bawah sebagai petugas perisainya,” ungkap  Susana.

Dikatakan Susana, dirinya bukan sekedar mendukung dan membiarkan  masyarakat sendiri mencari tahu tentang program ini, namun selalu suport ketika turun langsung di masyarakat dan menghimbau kepada masyarakat agar mengikuti program tersebut karena manfaatnya sangat luar biasa.

“Tidak ada alasan saya tidak mampu atau miskin karena pengeluaran untuk beli rokok dalam sebulan pasti lebih besar dari iuran BPJS Ketenagakerjaan sebulan yakni Rp. 16.800,-,” ucap Susana.

Susana berpesan kepada keluarga penerima santunan agar menggunakan uang tersebut dengan baik demi kelanjutan hidup.

“Penggunaan dana santunan untuk keluarga yang mendapatkan ini adalah hak mereka. ketika diberi santunan ini  maka ada harapan bahwa justru membantu meringankan kehidupan mereka selanjutnya. Jadi saya berharap agar uang santunan ini jangan digunakan untuk hal-hal konsumtif tapi  digunakan untuk usaha agar menambah pendapatan mereka,” pesan  Susana.

Margaretha Kolo, ahli waris yang merupakan istri dari almarhum Balthasar Suni menyampaikan terima kasih dan rasa syukurnya kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan karena dirinya merasa sangat terbantu.

“Saya sangat berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan. Saya sangat bersyukur menerima santunan ini karena membantu kehidupan saya bersama tiga anak saya yang masih duduk di bangku pendidikan dan saya akan kasih sekolah mereka sampai tamat pendidikan,” ucap Margaretha.

Dikatakan Margaretha, uang santunan tersebut akan digunakan untuk usaha dan keperluan anak sekolah.

“Uang santunan ini sebagian akan saya gunakan untuk beli sapi, buka kios dan juga untuk kelangsungan hidup saya bersama anak-anak dan kebutuhan anak di sekolah,” jelas Margaretha. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *