739 HP Andorid untuk Siswa Kurang Mampu di Kota Kupang

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Bantuan 739 unit  HP android bagi para siswa di Kota Kupang dimaksudkan untuk membantu siswa dalam proses belajar secara daring. Bantuan itu bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Kupang terhadap pendidikan para pelajar.

Sebagaimana sudah diberitakan, Pemerintah Kota Kupang melalui APBD  menggelontorkan dana Rp 1,5 miliar untuk membeli 739 handphone (HP) andorid merek evercross dengan layar 7 inch berkapasitas 32 GB dan 3 RAM bagi siswa sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Oktovianus Naikboho, S.Pd, M.Si, Selasa, (7/9/2021) di ruang kerjanya mengatakan, bantuan HP ini ditujukan bagi siswa SD dan SMP yang berkategori kurang mampu.

“Selain siswa kurang mampu, anak usia sekolah yang ada di panti asuhan di Kota Kupang juga mendapat bantuan serupa dari APBD tahun 2021. Ada sekitar 310 anak usia sekolah di panti asuhan dan sisanya ada di kategori kurang mampu,” jelas Okto.

Menurut Okto, pembagian  HP itu dilakukan menurut sekolah. Alokasi HP  bagi siswa SD sebanyak 443 unit, siswa dan SMP 296 unit dengan pembagian kriteria kategori kurang mampu di SD sebanyak 138 orang siswa di 14 panti asuhan dan  335 siswa dari keluarga kurang mampu di luar panti asuhan.

Siswa SMP dengan kategori kurang mampu ada 124 siswa dan dari kategori siswa di panti asuhan sebanyak 172  siswa. Dengan bantuan ini diharapkan siswa bisa mengikuti proses belajar daring dengan lancar.

“Kita tahu sekarang ini kemampuan keuangan daerah ini beban dengan pandemi covid, sehingga kita lihat saja dalam pembahasan di APBD murni 2022,” kata Okto.

Lebih lanjut Okto mengatakan, dinas pendidikan tetap akan mengusulkan program ini karena dinilai memberi dampak baik bagi siswa. Kalaupun tidak diakomodir dalam pembahasan APBD murni tahun berikutnya, kata Okto, pihaknya berharap bisa dipertimbangkan kembali oleh pemangku kepentingan.

“Untuk penggunaan HP akan dilakukan dengan sistem pinjam pakai oleh siswa. Sehingga HP akan dikembalikan ke sekolah sebagai aset ketika selesai digunakan dalam masa belajar,” tegasnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *