Ulang Tahun ke-69, IBI NTT Adakan Webinar Nasional

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO – Merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-69, 24 Juni lalu, Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema “Optimalisasi Peran Bidan Dalam Mendukung Penanganan Stunting” di gedung Poltekkes Kemenkes Kupang, Jurusan Kebidanan, Selasa (7/7/2020).

Hadir dalam webinar tersebut antara lain Kepala Dinas Kesehatan NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes, sebagai keynote speaker, dan lima narasumber yakni Ketua Tim Penggerak (TP) PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, Ketua Pengurus Pusat IBI, Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes., Subspesialis/ Konsultan Tumbuh Kembang Anak pada Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. W. Z. Johannes Kupang, Dr. dr. Simplicia Maria Anggrahini. Sp.A(K), Dosen Poltekkes Bengkulu, Dr. Demsa Simbolon, S.KM., M.Kes, dan Ketua Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang, Agustina Setya, S.ST, M.Kes.

Ketua PD IBI NTT, Damita Palalangan, A.Md Keb, SKM, M.Hum, dalam sambutan awalnya mengatakan, sesuai dengan komitmen bidan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, terutama dalam pemenuhan hak-hak kesehatan reproduksi, maka tema peringatan HUT ke 69 tahun 2020 adalah “Saatnya bidan dan perempuan bersatu bergerak bersama untuk mencapai kesehatan ibu dan anak menuju Indonesia maju”.

Damita mengatakan, mengacu pada tema tersebut dan untuk mendukung visi Pemerintah Provinsi NTT yaitu NTT Bangkit NTT Sejahtera, tema Webinar yang diangkat kali ini adalah stunting.

“Kami sadar sepenuhnya bahwa penanganan stunting harus lintas sektor, lintas profesi dan lintas program. Semua lapisan masyarakat harus terlibat di dalamnya,” kata Damita.

Damita mengatakan, NTT Bangkit NTT Sejahtera, Indonesia Maju bisa dicapai apabila memiliki generasi yang sehat, berkualitas dan produktif. Karena itu  bidan sebagai garda terdepan  mempersiapkan remaja yang sehat masuk ke dalam kehamilan yang sehat dan mengawal seribu hari kehidupan pertama.

Ketua Panitia Penyelenggara, Odi Namanjabar S.ST, M.Pd, mengaku senang kegiatan ini bisa dilakukan meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

Webinar ini, kata Odi, bertujuan meningkatkan kapasitas bidan dalam penanganan stunting.

“Artinya dengan materi-materi yang diberikan, bidan- bidan terutama yang ada di NTT mungkin ilmunya di-update kembali tentang penanganan stunting itu seperti apa,” kata Odi. (rmb)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *