Siapa Donatur Singapura Yang Bantu Rp 5 M Tangani Covid-19 di Sumba?

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO–Masa pandemi Covid-19 merupakan masa yang sangat sulit bagi semua orang. Para aparatur sipil negara (ASN) dirumahkan, pekerja swasta di-PHK dari tempat kerja. Aktivitas masyarakat umum pun dibatasi dengan segala protokol kesehatan yang membuat masyarakat semakin kesulitan mencari nafkah atau memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten bahkan desa pun menggelontorkan dana yang cukup besar untuk membantu masyarakat. Meskipun sudah diatur sedemikian rupa, masih ada masyarakat yang tidak tersentuh bantuan-bantuan pemerintah.

Tim Serly Budiman membagi ribuan masker langsung kepada Tim Gugus Tugas Kabupaten Sumba Tengah

Sampai dengan awal Juli 2020 ini data kasus Covid-19 di Pulau Sumba sudah mencapai 16 kasus dengan rincian : Kabupaten Sumba Timur 11 kasus ( 8 sembuh dan 3 diisolasi), Kabupaten Sumba Barat : 4 kasus (4 diisolasi), Kabupaten Sumba Barat Daya : 1 kasus (isolasi) dan Kabupaten Sumba Tengah belum bisa terpantau dari data tim gugus.

Di tengah kesulitan warga itu, ada juga sosok berhati mulia yang rela merogoh koceknya membantu warga yang kesulitan. Salah satu orang yang berhati mulia itu adalah Ibu Serly Budiman dari Singapura.

Tidak tanggung-tanggung, Serly menyalurkan bantuan senilai Rp 5 miliar untuk membantu mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Pulau Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Timur.

Bantuan tersebut berupa  alat pelindung diri (APD) bagi tim kesehatan, ribuan masker bagi masyarakat se-Pulau Sumba dan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak yang disalurkan langsung oleh timnya di pelosok-pelosok wilayah.

Bantuan tersebut sudah disalurkan sebelum kasus positif melanda Pulau Sumba. Buktinya seluruh rumah sakit di Sumba Timur mendapat APD dari Serly.

Sayuran warga dibeli Tim Serly Budiman untuk disalurkan ke panti asuhan di Waingapu

Bukan hanya membantu masyarakat yang terdampak, Serly juga membantu seorang warga Sumba Timur yang jatuh dari tebing karena mencari madu untuk memenuhi kebutuhannya. Bantuan tersebut berupa pembangunan sebuah rumah yang  saat ini sedang dikerjakan.

Saat ini juga Ibu Serly fokus ada pemberian bantuan sembako kepada panti-panti asuhan di Kota Waingapu.

Siapa sebetulnya sosok Serly itu? Penasaran akan sosoknya, kabarntt.co coba mengendus jejaknya melalui tim penyalur bantuan wanita berhati mulia ini. Dr. Danny Christian adalah salah satu anggota tim penyalur. Dari dialah bisa diketahui  beberapa informasi tentang sosok donatur ini.

Dr. Danny Christian mengatakan, Serly Budiman adalah sosok yang rendah hati dan sangat mencintai Pulau Sumba, khususnya Sumba Timur. Bantuan Rp 5 miliar untuk penanganan Covid-19 sudah disalurkan sebelum kasus positif ada di Sumba Timur.

“Sebenarnya bantuan tersebut sudah lama disalurkan berupa APD, masker, rapid test dan bantuan lainnya yang menunjang penanganan Covid-19. Meskipun demikian Sumba Timur tetap masuk dalam zona merah atau terjadi kasus positif Covid-19, ya sudah terjadi mau bagimana lagi,” jelasnya.

Ketika ditanya tanggapan Serly  terkait terjadinya kasus positif di Sumba Timur, Danny menjelaskan bahwa beliau sangat kecewa dengan kenyataan yang ada. Pasalnya,  Serly membantu dengan harapan Sumba bebas dari Covid-19. “Namun dalam tataran kebijakan umum, kita tidak punya kuasa untuk mengatur arus masuk dan keluarnya pelaku perjalanan,” kata Danny.

 

Ribuan masker dibagikan kepada masyarakat Sumba Timur

“Meskipun beliau kecewa tidak serta merta langsung berbalik dan melupakan kami di Sumba. Beliau tetap mencari cara atau solusi lain untuk tetap membantu kami di Sumba. Strategi perjuangan beliau sekarang adalah langsung melindungi masyarakat baik itu dari segi kesehatan lewat pembagian ribuan masker kepada masyarakat di Pulau Sumba, juga ketahanan ekonomi dengan pembagian sembako bagi masyarakat yang benar-benar terdampak Covid-19,”  kata Danny.

Sementara Sherly Amaya yang juga merupakan tim penyalur bantuan dari Serly Budiman, mengatakan pihaknya merupakan tim yang menyalurkan bantuan sembako dan masker kepada masyarakat di Pulau Sumba.

Menurut Amaya, Serly sangat peduli dengan masyarakat di Pulau Sumba.

Bukan hanya itu, Serly juga membeli hasil pertanian dari petani-petani secara langsung, seperti sayuran. Sayuran tersebut disalurkan di beberapa panti  asuhan di Kota Waingapu agar dikonsumsi oleh anak-anak di panti tersebut.

“Ibu Serly Budiman sangat peduli dengan mereka yang membutuhkan. Jadi ini akan kita bagikan kepada anak-anak di panti asuhan agar mereka juga menikmati sayur organik yang sehat,” kata Amaya.

Diana Kariri Hana, salah seorang warga Mondu Mbata Kapiddu, Kabupaten Sumba Timur, menyatakan banyak terima kasih kepada tim Serly Budiman yang sudah memberikan bantuan berupa beras dan mie. ”Padahal kami tinggal di wilayah yang sulit dijangkau, namun masih ada yang berbaik hati mengantarkan kami bantuan,” kata Diana.

Setelah tim melakukan pembagian sembako dan masker lintas kabupaten di Pulau Sumba, berbagai komentar positif menghiasi status di media sosial. Selain pemerintah yang memberikan apresiasi, para pendeta di Pulau Sumba juga memberikan semangat dan menyatakan terima kasih tak terhingga kepada tim dan khususnya Serly Budiman.

Anggota DPRD Sumba Timur serta para guru yang sangat bahagia mendapatkan bantuan-bantuan tersebut juga menyatakan bahagia dan salut atas budi baik wania hebat itu.

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Melky Umbu Hunggar, tidak lupa memosting ucapan terima kasih tak terhingga kepada tim yang sudah menyalurkan bantuan berupa masker. “Terima kasih kepada tim yang sudah menyalurkan bantuan berupa masker,” tulis Melky.

Seorang warga Sumba Timur yang mendapat bantuan berupa pembangunan rumah tembok

Seorang pendeta GKS Anamanu, Kabupaten Sumba Tengah, Pendeta Marthen Nunu, juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada tim yang sudah memberikan bantuan berupa masker.

“Kami juga akan langsung membagikan kepada masyarakat GKS Anamanu agar bermasker. Terima kasih kepada tim. Bantuan ini kami akan salurkan langsung kepada masyarakat agar seluruhnya bermasker,” tulis Marthen. (rambu prailiang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *