Sekda Manggarai Timur Buka Pelatihan Penguatan Kepsek

  • Whatsapp

BORONG KABARNTT.CO—Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Ir. Boni Hasudungan Siregar, membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah Tingkat Kabupaten Manggarai Timur Tahun 2020.

Pelatihan ini berlangsung di Aula Setda Manggarai Timur di Borong, Jumat (20/11/2020). Kegiatan ini melibatkan seluruh kepala sekolah, dari TKK, PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Manggarai Timur.

Bacaan Lainnya

Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas,  SH, M.Hum, dalam sambutannya yang dibacakan Hasudungan menjelaskan bahwa Kabupaten Manggarai Timur memiliki tingkat kerumitan topografi yang bervariasi dan penyebaran sekolah-sekolah juga mengikuti topografi ini.

“Menjadi kepala sekolah di Manggarai Timur dengan kondisi topografi wilayah dan berbagai persoalan lainnya bukanlah hal yang mudah untuk meningkatkan mutu pendidikan,” kata Agas.

Menurut Agas, kepala sekolah juga seharusnya memiliki lima kompetensi dasar berdasarkan Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 13 tahun 2007,  yaitu  kompetensi  kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial.

Untuk menjawab hal ini, maka semua kepala sekolah di Manggarai Timur harus memiliki sertifikat kepala sekolah.

Berdasarkan data, Kabupaten Manggarai Timur memiliki 484 jenjang PAUD dan Dikdas dengan rincian  sebagai berikut; TK/PAUD sebanyak 15 sekolah, SD sebanyak 330 sekolah, dan SMP sebanyak 139 sekolah.

Dari 484 sekolah ini, hanya 39  kepala sekolah yang memiliki sertifikat kepala sekolah.

Hal ini yang menjadi alasan Pemda Manggarai Timur melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga  (PPO) untuk memfasilitasi pelaksanaan diklat bagi para kepala sekolah yang belum memiliki sertifikat.

Hasudungan mengatakan, pada bulan Februari tahun 2020 telah dilaksanakan seleksi administrasi dan subtansi calon kepla sekolah. Ada 114 orang yang sudah dinyatakan lulus seleksi substansi dari 206 orang yang  mengikuti seleksi.

Bakal Calon kepala sekolah yang lulus seleksi substansi  selanjutnya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) kurang lebih 6 bulan untuk mendapatkan sertifikat kepala sekolah.

“Pada hari ini juga ada 201 kepala sekolah yang mengikuti diklat penguatan kepala sekolah untuk mendapatkan sertifikat kepala sekolah. Jika semuanya bisa lulus, maka kita akan memiliki cukup banyak kepsek yang memenuhi syarat sesuai dengan Permendikbud Nomor 06 tahun 2018. Jika 201 peserta hari ini semuanya dinyatakan lulus, maka jumlah kepsek yang memiliki sertifikat  menjadi 240 orang atau mencapai angka 49.58%”,” beber Hasudungan.

Pelatihan Penguatan Kepsek ini dirancang oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepsek (LPPKS) Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan lembaga-lembaga seperti P4TK, LPMP serta universitas yang dianggap kredibel dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh LPPKS. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *