Sejak Awal, Sudah 308 ODHA di Ende

  • Whatsapp

ENDE KABARNTT.CO—Sejak ditemukan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Ende pada tahun 2008, hingga bulan Juni tahun 2020 telah ada 308 orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Persebaran ODHA tersebut sudah mencapai semua kecamatan, yakni  21 kecamatan di Kabupaten Ende .

Data ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Muna Fatma, saat membawakan materi dalam rangka Rapat Koordinasi Evaluasi Penanggulangan HIV/AIDS Tingkat Kabupaten Ende, Senin (26/10/2020).

Bacaan Lainnya

Rakor itu dibuka Bupati Ende, Djafar Achmad, dan dihadiri pimpinan OPD, para camat. Hadir juga Sekretaris  Komisi Penanggulangan  AIDS (KPA) Propinsi NTT, dr.Husen Pankratius.

Muna mengatakan, HIV/AIDS di Kabupaten Ende tidak mengenal kelompok usia maupun profesi seseorang. Namun ODHA mulai dari balita hingga orang tua. Begitu sindrom ini  bukan saja terdapat pada ibu rumah tangga, namun juga menyebar ke profesi lainnya termasuk di dalamnya Pegawai Negeri Sipil.

“Ada juga bayi hingga orang tua yang usia lima puluh tahun ke atas,” kata Muna.

Dia menjelaskan, cara penularan lebih banyak melalui hubungan seksual dan juga melalui jarum suntik narkoba.

Sebagai upaya penanggulangan HIV/AIDS adalah dengan menerapkan 3 Zero berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan. Tiga  Zero yang dimaksudkan, kata Muna, yakni zero new HIV infection atau tidak ada lagi infeksi HIV, Zero AIDS Related Death atau tidak ada lagi kematian akibat AIDS dan Zero Discrimination  atau tidak ada diskriminasi terhadap ODHA.

Muna berharap dengan adanya upaya penanggulangan tersebut pada tahun 2030 Kabupaten Ende zero terhadap HIV/AIDS.

Sementara Bupati Ende, Djafar Achmad, saat membuka rakor tersebut mengatakan, keberadaan HIV/AIDS bagai bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Dia melihat HIV/AIDS seperti fenomena gunung es di mana jumlah yang ada di permukaan lebih sedikit ketimbang yang ada di masyarakat.

“Seperti fenomena gunung es, yang sesewaktu bisa meledak. Karena itu untuk penanganan butuh koordinasi lintas sektoral,” ujar Djafar.

Sementara itu Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS ( KPA) Ende, Valerianus Antonius Raki, dalam laporan awalnya juga menjelaskan soal yang sama terkait dengan keberadaan ODHA di Kabupaten Ende.

Raki menyebutkan, rakor itu bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam penanganan ODHA di Kabupaten Ende serta upaya penanggulangan ODHA sehingga zero di tahun 2030. (ase)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *