Alumni 40 Seminari Lalian Dermakan Organ untuk Almamater

  • Whatsapp

ATAMBUA KABARNTT.CO—Alumni angkatan 40 Seminari Menengah Santa Maria Imakulata Lalian, Kabupaten Belu, memberikan derma kepada lembaga calon imam tersebut berupa sebuah organ jenis Yamaha ELB 02.

Organ tersebut, jelas salah seorang alumni angkatan 40, Hery Klau, disumbangkan oleh seluruh angkatan atas inisiatif sendiri yang akan digunakan tepat pada Dies Natalis ke-70 Seminari Lalian, 8 September 2020 mendatang.

Bacaan Lainnya

Salah seorang alumni, Markus Laka, yang sementara ini tinggal dan bekerja di Australia, ketika dihubungi, Minggu (23/8/2020), mengungkapkan rasa senang dan bangganya karena usaha dan niat baik dari teman-teman angkatannya akhirnya organ tersebut bisa dibeli dan disumbangkan buat almamater.

“Saya sangat senang dan bahagia karena niat baik dari teman-teman seangkatan sehingga organ yang direncanakan untuk disumbangkan untuk almamater dapat terealisasi,” ujar Markus yang bekerja di bidang kesehatan jantung itu.

Lebih lanjut, pria asal Timor Tengah Utara  itu menyebutkan rencana pembelian organ itu terjadi saat kunjungan alumni angkatan 40 ke Seminari Lalian tahun 2017 silam.

“Saat itu teman-teman bersama keluarga datang berkunjung ke Seminari Lalian dan bersepakat untuk memberikan derma berupa sebuah organ. Dan akhirnya tepat di usia 70 tahun, keinginan itu dapat terwujud. Semua itu karena berkat dari Tuhan Yesus dan Bunda Maria,” ungkapnya lagi.

Bernardino Berek, alumni lainnya mengungkapkan hal yang sama. Baginya, mengumpulkan dan menyatukan gagasan yang satu dan sama dari teman-teman seangkatan butuh waktu yang panjang dan prosesnya lama.

“Akan tetapi teman-teman angkatan 40 punya ikatan emosional yang sama sehingga derma yang akan diberikan itu bisa tiba dengan aman dan nyaman di Seminari Lalian dan siap digunakan,” tuturnya.

Sebagai informasi, organ yang akan dipakai dalam kegiatan musik liturgi di Seminari Lalian sudah tiba di Lalian, Sabtu (22/8/2020), dan diterima pihak seminari.

Organ itu dipesan Romo Philipus Benitius Metom, pastor pembina di Seminari Lalian dan salah seorang pakar musik liturgi di Keuskupan Atambua.

Menurut rencana, organ itu akan diserahkan angkatan 40 Seminari Lalian bersama keluarga pada misa puncak HUT Seminari Lalian. (*/den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *