Agupena Lembata Luncurkan Jurnal Asa

  • Whatsapp

LEWOLEBA KABARNTT.CO–Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Lembata melaunching Jurnal Asa di Aula SD Inpres I Lewoleba, Rabu (15/7/2020). Jurnal ini menjadi tempat para guru menuangkan karya tulisnya.

Ketua Agupena Lembata, Rachman Firdaus, mengatakan kehadiran Jurnal Asa yang menghimpun berbagai bentuk tulisan guru-guru ini dimaksudkan untuk memotivasi guru-guru agar lebih giat menghasilkan tulisan-tulisan tentang pendidikan.

“Melalui jurnal ini kita harapkan bapa ibu guru bisa ikut berkontribusi positif bagi dunia pendidikan di Lembata, ” kata Rachman saat acara  launching.

Kepala SMPN Satu Nagawutung ini menambahkan berbagai bentuk tulisan guru bisa diakomodir dalam Jurnal Asa baik dalam bentuk karya tulis ilmiah, penelitian tindakan kelas, best practice serta hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Jurnal Asa Lembata rencananya akan diterbitkan dua kali setahun, yakni pada Bulan Juli dan Bulan Desember.  Dalam edisi perdana ini ada 12 karya tulis guru di Lembata yang dipublikasikan.

Rachman mengatakan, biaya produksi seperti pencetakan jurnal, merupakan kontribusi dari anggota Agupena Lembata, terutama dari para guru kontributor tulisan.

“Untuk biaya cetak, itu kontribusi dari para guru kontributor tulisan. Jadi selain tulisan, para guru kontributor juga mengumpulkan Rp 250 ribu. Uang ini untuk biaya cetak. Nanti setiap kontributor masing-masing akan dapat tiga eksemplar. Uangnya hanya untuk biaya cetak. Untuk kami yang kelola dan  layout tidak ada bayaran,” papar Rachman yang juga menjadi pemimpin Redaksi Jurnal Asa. 

Launching edisi perdana Jurnal Asa dilakukan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Lembata, Silvester Samun.

Samun dalam sambutannya mengatakan, selaku Penanggung jawab Agupena Lembata, dia mengapresiasi Agupena Lembata yang turut mendukung pendidikan Lembata melalui motivasi menulis bagi guru-guru.

“Guru harus bisa menulis. Guru tidak bisa hanya bicara. Terima kasih untuk Agupena atas capaian ini. Semoga memotivasi guru agar bisa terus menulis,” ungkap Samun. (yua)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *