Warga Desa Mata Wae Mengadu Pjs. Kades Mata Wae ke Pemkab

  • Whatsapp

RUTENG KABARNTT.CO—Masyarakat Desa Mata  Wae, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai, Kamis (15/4/2021),  mengadukan Pjs. Kepala Desa Mata Wae, Martinus Malu, ke Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Martinus diadukan warganya terkait ketidaksesuaian permintaan benang dari masyarakat dengan benang pengadaan Pemerintah Desa Mata Wae pada APBdes Tahun Anggaran 2020.

Bacaan Lainnya

Program Pengembangan Industri Kecil Tingkat Desa ini menelan anggaran Rp 168.299.000 dengan CV Dua Putri Dewi sebagai penyedia barang. Namun nilai kontrak dengan penyedia tidak sesuai dengan pagu anggaran dengan total  156.136.000.

Sementara itu selisih anggaran dan nilai kontrak dengan penyedia barang dan jasa dalam hal ini CV Dua putri Dewi senilai Rp 12.163.000. Artinya nilai kontrak lebih kecil dari jumlah pagu anggaran yang ada.

Adapun sasaran penerima pengadaan benang ini yakni 342/KK, 35 orang lansia, 19 orang penyandang disabilitas. Total penerimaan benang setiap KK 32 gumpal benang/ KK, dan untuk lansia dan disabilitas mendapatkan 15 gumpal benang/KK.

Sebagai penyedia barang dan jasa CV Dua Putri Dewi sudah melaksanakan kewajibannya dengan mengadakan 10.768 gumpal benang dengan merk start elephan sesuai dengan yang tertuang dalam dokumen kontrak.

Pada tanggal 30 Desember 2020 benang itu dibagikan kepada penerima di  Kantor Desa Mata Wae, Satarmese Utara.

Namun banyak KK penerima benang ini menolak dengan alasan pengadaan benang tidak sesuai dengan permintaan.

Warga Desa Mata Wae kemudian mendatangi Kantor Bupati Manggarai untuk meminta Pemerintah Desa Mata Wae mengembalikan benang tenun sesuai dengan permintaan warga.

Wakil Bupati Manggarai, Heribertus Ngabut, menerima masyarakat Mata Wae di Kantor Bupati Manggarai dengan mengadakan dialog. Setelah melakukan rangkaian dialog yang cukup alot, Pemerintah Desa Mata Wae  memutuskan untuk pengadaan ulang benang susuai dengan permintaan masyarakat dalam waktu satu bulan ke depan.

Wakil Bupati Manggarai, Heri Ngabut,  merekomendasikan untuk mencopot Pjs. Kades Mata Wae demi menjaga stabilitas dan keselamatan demi menghindari gesekan horizontal di tengah masyarakat.

“Untuk menjaga keselamatan banyak hal dan gesekan horizontal di tengah masyarakat, saya merekomendasikan untuk copot, kembalikan ke jabatan sebelumnya sebagai Sekdes Desa Kole.

Ngabut  kemudian menugaskan Kadis PMD untuk penguatan kapasitas pemerintah desa melalui bimtek guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, juga dalam perencanaan pelaksanaan di lapangan.

“Saya meminta kepada Kadis PMD agar adakan bimtek demi penguatan kapasitas pemerintah desa,” tutup Ngabut. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *