Persoalan Tanah Konay Selesai Jika Pewaris Duduk Bersama

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Tiga bidang tanah milik Yohanes Konay yang menjadi masalah di tingkat pewaris menjadi persoalan serius selepas peninggalan Yohanes Konay.

Untuk diketahui ada enam pewaris dari keturunan Yohanes Konay yakni Agustina Konay, Zakarias Bertolomeus Konay, Sancy Konay, Urbanus Konay, Esau Konay dan Yuliana Konay.

Adapun ketiga bidang tanah hak milik Yohanes Konay itu terletak di Serobatu Oesapa, Pagar Panjang  dan Danau Ina.

Pengacara Yuliana Konay, Rudy Tonubesi dari Lembaga Bantuan Hukum Anugerah dalam keterangan persnya, Minggu (27/6/2021), di kediamannya mengatakan, pihaknya sangat peduli dengan masalah tanah milik Yohanes Konay yang diperebutkan oleh beberapa pewaris.

Karena itu, kata Rudy, alangkah baik jika ke-6 pewaris dari (Alm) Yohanes Konai duduk bersama dan mencari jalan keluar yang baik agar persoalan ini selesai.

Menurut Rudy, persoalan ini tidak akan selesai melalui jalur hukum, karena  belum pernah ada pembagian tanah yang rata terhadap ke-6 ahli waris tersebut.

“Kalau mau persoalan ini selesai, kami dari Lembaga Bantuan Hukum Anugerah berusaha untuk bagaimana harus ada kemauan baik untuk duduk bersama ke-6 orang ahli waris ini baru kita bicara. Mari sudah kita hitung, jika dalam perhitungan sudah ada yang lebih banyak, mari kita bicara. Namun memang ini belum pernah ada diskusi seperti ini, sehingga masalah akan berlarut,” kata Rudy.

Rudy mengatakan, para pengacara mengacu pada putusan 20 tahun 2017. Tetapi untuk urusan tanah harta warisan sebaiknya perlu dicari tahu sejarahnya, dari mana asalnya, apakah sudah dibagi atau belum.

“Jangan sampai kita hanya tahu permukaannya saja tapi tidak tahu persoalan dasarnya. Hak atas warisan dengan bagi warisan itu dua hal yang berbeda secara hukum. Jadi persoalannya dibagi waris. Nah,  bagaimana mungkin harta warisan ini belum pernah dibagi kemudian keluar putusan 20 tahun 2017 seolah-olah Yuliana Konay tidak punya hak lagi? Makanya saya bilang putusan gila,” kata Rudy.

Menurutnya, kebijakan hukum yang dijadikan dasar oleh semua orang yang mengklaim tanah itu, baik itu tanah Danau Ina  maupun  tanah Pagar Panjang merupakan tanah keluarga besar Konay. Dasarnya adalah putusan Mahkama Agung No 3171 KPDT 96 tanggal 18 Juni 1996.

“Namun karena ini tanah warisan sehingga tidak bisa diklaim sendiri atau secara sepihak berdasarkan 1371 KPDT 96,” serunya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *