Perkara Aset Pemkab Manggarai Barat, Ali Antonius Dituntut 5 Tahun Penjara

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Mega kasus dugaan korupsi aset Pemerintak Kabupaten Manggarai Barat memasuki tahap pembacaan tuntutan. Pada sidang yang digelar, Kamis (9/9/2021), Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang menjatuhkan tuntutan 5 tahun penjara kepada Ali Antonius, S.H.

Ali, pengacara di Kupang, dituntut 5 tahun penjara karena diduga menghalang-halangi upaya penegakan hukum dalam kasus dugaan penggelapan aset Pemkab Manggarai Barat.  Sebelumnya Ali bertindak sebagai penesehat hukum para  terdakwa dalam kasus dengan dugaan kerugian negara sekitar Rp 1,3 triliun ini.

Bacaan Lainnya

Sidang tersebut dipimpin Fransiska Paula Nino  dengan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT, Hendrik Tii. Hadir tiga terdakwa yakni Ali Antonius, Harum Fransiskus dan Zulkarnaen Djudje.

Dalam persidangan tersebut, para terdakwa didampingi kuasa hukum Dr. Yanto MP. Ekon Cs.

Dalam tuntutan yang dibacakan JPU Kejati NTT, Hendrik Tiip, terdakwa Ali Antonius bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan alternatif kesatu pasal 22 jo pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke- 2 KUHP.

Selanjutnya, JPU menjatuhkan pidana penjara selama 5 (lima) tahun kepada terdakwa Ali Antonius dikurangi masa tahanan yang telah dijalani terdakwa  dan denda sebesar Rp 150.000.000 subsidair 6 bulan kurungan.

Sementara terdakwa Harum Fransiskus dituntut pidana penjara 4 tahun dan denda sebesar Rp 150.000.000. Jika denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Sedangkan terdakwa Zulkarnaen Djudje dituntut pidana  penjara 4 tahun dan  denda sebesar Rp 150.000.000.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan pleidoi para terdakwa. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *