Korupsi DD Rp 853 Juta, Mantan Kades di TTU Ditahan

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.CO-Tim penyidik Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU), Rabu, (19/5/2021) malam,  menetapkan mantan Kepala Desa Letneo Selatan (Letsel), Kecamatan Insana Barat, Marselinus Sanan, sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Desa,

Mantan kades yang memimpin dari tahun 2014 hingga 2019 ini ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Penyidik Kejaksaan, dan menemukan dugaan tindak pidana korupsi pada masa kepemimpinannya.

Bacaan Lainnya

Dari hasil penyidikan, tim penyidik menemukan dugaan tidak pidana korupsi pada pengelolaan anggaran dana desa dari tahun 2017 hingga 2019 sebesar Rp 853.771.850.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Robert Jimmy Lambila,  kepada awak media mengatakan, perkembangan penyidikan terkait dana desa Letneo Selatan dilakukan sesuai surat perintah penyidikan Kejari TTU Nomor print 209 tanggal 7 Mei tahun 2021.

“Surat-surat terkait perkara ini serta laporan hasil audit Inspektorat Kabupaten Timor Tengah Utara terhadap pengelolaan dana Desa Letneo itu juga sebagai salah satu bukti,” jelas Robert.

“Maka pada hari ini tanggal 19 Mei 2021 tim penyidik telah mengusulkan penetapan tersangka, dan telah diterbitkan surat penetapan tersangka nomor print 217 tanggal 19 Mei 2021 dengan tersangka atas nama MS dengan jabatan mantan Kepala Desa,” Lanjut Robert.

Robert menambahkan, modus yang dilakukan sang mantan kades dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi ini yakni melakukan pinjaman pribadi dari bendahara desa untuk kepentingan pribadinya.

“Dibuktikan dengan adanya bukti-bukti kuitansi pinjaman pribadi dan adanya dana yang merupakan selisih lebih dari pekerjaan yang harus disetor kembali kepada negara tetapi tidak disetorkan dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi,” urai Robert.

“Maka sesuai dengan bukti-bukti yang ada kerugian negara yang timbul atas perbuatan tersangka adalah sebesar Rp 853.771.850.00,” kata Robert.

Selain itu, kata Robert, kasus ini masih akan terus dilakukan penyidikan, dan untuk saat ini tersangka hanya sang mantan kades.

“Selanjutnya nanti dengan bukti-bukti yang lain tentu dapat dipertimbangkan apakah ada pihak-pihak lain yang patut dimintai terkait tindak pidana yang terjadi,” ucap Robert. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *