Korupsi Dana BOS Rp 800 Juta, Kepsek SMPN 1 Reok, Manggarai Ditahan

  • Whatsapp
?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

RUTENG KABARNTT.CO—Kepala SMPN 1 Reok, Kabupaten Manggarai, HN, bersama bendahara sekolah, MA ditahan aparat jaksa Kejari Manggarai, Senin (2/8/2021). Keduanya ditahan usai diperiksa sejak pagi hingga petang terkait pengelolaan dana BOS di sekolah itu empat tahun anggaran.

Keduanya ditahan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan proses penyidikan.

Bacaan Lainnya

Usai diperiksa kemarin petang, keduanya keluar dari kantor Kejari Manggarai dengan mengenakan rompi orange, baju tahanan resmi kejaksaan. Dua tersangka pun digiring tim penyidik ke dalam mobil tahanan, selanjutnya diantar ke rumah tahanan Polres Manggarai.

Kepala Kejari Manggarai, Bayu Sugiri, SH, mengatakan, penahanan terhadap kedua tersangka dilakukan untuk kepentingan penyidikan. Penahanan dilakukan agar keduanya tidak melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi perbuatannya.

Kedua tersangka, kata Bayu, disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Bayu menjelaskan  modus operandi yang dilakukan kedua tersangka  dalam pengelolaan dana BOS reguler Tahun Anggaran 2017, 2018, 2019, dan 2020.

Modus pertama, melaksanakan kegiatan fiktif.  Uang kegiatan fiktif ini  dibagi-bagikan kepada para guru dan pegawai.

Kedua,  sebut Bayu, mark up biaya kegiatan.

Ketiga, melaksanakan kegiatan yang tidak dilengkapi dengan bukti pertanggungjawaban yang lengkap dan memadai.

Keempat, ada kelebihan pembayaran honor kepada para guru dan pegawai.

Akibat perbuatan kedua tersangka tersebut merugikan keuangan negara sebesar Rp 839.401.569,00. Rinciannya pengeluaran fiktif Rp 430.748.409, mark up pengeluaran Rp 160.362.632, pengeluaran yang tidak dilengkapi dengan pertanggungjawaban lengkap dan memadai Rp 115.990.528 dan kelebihan pembayaran honor tahun 2020 pada 16 pegawai honorer Rp 132.300.000. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *