Kejari TTU Panggil Dinas PPKPP Lakukan Pertemuan Terkait Program Berarti

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.CO—Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (16/3/2021), memanggil dan melakukan pertemuan terbuka dengan Kepala Dinas PPKPP TTU membahas pelaksanaan Program Berarti.

Kepada awak media, Kajari TTU, Robert Jimmy Lambila SH, MH, mengungkapkan kedatangan Kepala Dinas Perumahan Rakyat bersama teman-teman untuk menyikapi hasil penyelidikan terkait dengan dugaan korupsi Program Bedah Rumah atau Program Berarti.

Bacaan Lainnya

“Tentu kehadiran kejaksaan adalah untuk mendukung pembangunan, bukan justru untuk membuat ketakutan sehingga pembangunan menjadi tidak jalan. Penyelidikan ini salah satu sifatnya adalah korektif dan perspektif,” ungkap Robert.

Menurutnya, hasil penyelidikan di lapangan ditemui beberapa persoalan. Misalnya ada kekurangan bahan, spesifikasi dan lain-lain.

“Untuk itu saya mencari jalan tengah bagi semuanya. Tapi lebih utamanya masyarakat karena tujuan penegakan hukum itu adalah pemanfaatan. Kalau tidak mendatangkan pemanfaatan buat apa kita lakukan itu?” ucap Robert.

Robert melanjutkan, pihaknya mengumpulkan teman-teman dari Dinas Perumahan Rakyat TTU untuk memberikan penguatan kepada mereka.

“Jangan takut, saya hadir untuk mendukung, mem-backup teman-teman. Untuk itu saya minta kepala dinas dengan perangkatnya melakukan pemeriksaan kembali terhadap semua rumah yang sudah berdiri,” kata Robert.

Robert mengatakan, pihaknya melihat ada indikasi kemahalan harga. “Maka kita akan perhitungkan itu,  sehingga nanti pembayaran nanti dipotong dengan kekurangan-kekurangan yang ada di masyarakat. Misalnya ada yang sudah swadaya beli kayu, ternyata belum bayar, dengan adanya itu bisa menyelesaikan,” jelas Robert.

Robert menginginkan pihak-pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan ulang secara profesional, secara obyektif, secara cermat, untuk mengetahui apakah rumah-rumah itu sudah sesuai dengan yang harapkan atau tidak?

“Saya minta mereka obyektif. Setelah mereka memberikan hasil kepada saya, saya akan melakukan crosscheck lagi dengan mendatangkan ahli untuk meng-crosscheck  hasil mereka benar atau tidak,” tutup Robert. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *