Kejari Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi, DPRD Sumtim Apresiasi

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO—Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Timur, Selasa (18/05/2021) lalu, sudah menetapkan 5 tersangka dugaan kasus  korupsi pengelolaan keuangan daerah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur Tahun Anggaran 2019 yang mencapai Rp 7.306.120.900.

Kelima tersangka itu yakni MMM, YRP, HP, AP dan YW yang  merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur.

Bacaan Lainnya

Ada dua kasus berturut-turut yang diselidiki Kejari Sumba Timur. Pertama,  kasus penyelewengan pembayaran gaji ASN yang sudah tidak berhak, baik karena pensiun maupun karena meninggal dunia juga mutasi internal.

Kedua, kekurangan pembayaran gaji tahun anggaran 2019 senilai Rp 6.386.152.100, yang mestinya merupakan hak para guru TK, SD dan SMP serta tenaga non guru.

Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq lewat telepon genggam, Rabu (19/5/2021), memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Kejari Sumba Timur serta tim jaksa yang sudah bekerja maksimal hingga penetapan tersangka.

“Atas nama pribadi, lembaga dan masyarakat Sumba Timur, kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Kajari Sumba Timur serta tim jaksa yang sudah bekerja maksimal. Kami  sangat berharap terus berkelanjutan dan tidak berhenti sampai di situ, karena masih ada kasus-kasus lain yang memang sangat penting untuk ditindak lanjuti,”  kata Ali, wakil rakyat dari Partai Golkar ini.

Menurut Ali, kasus tersebut sudah sangat kronis di Kabupaten Sumba Timur dan pernah menelan nyawa pemimpin Sumba Timur. Karena itu pihaknya akan meminta pemerintahan yang baru ini agar memfasilitasi Kejari untuk menuntaskan dugaan kasus-kasus korupsi di Sumba Timur.

“Kasus korupsi di Sumba Timur sudah lama dan mengendap. Mungkin Kajari juga harus membongkar kasus-kasus lama yang tidak pernah dideteksi, dan jangan hanya berhenti di 5 orang yang sudah ditetapkan jadi tersangka. Karena ini mungkin orang-orang yang baru, namun coba juga flash back ke tahun-tahun sebelumnya, mungkin ada yang lebih besar,” tantangnya.

Ali menegaskan akan mendorong Kejari Sumba Timur menelusuri lebih dalam penggunaan dan penyalahgunaan dana di desa-desa di Sumba Timur.

“Kita minta juga agar penggunaan dana desa diaudit dan dikawal ketat oleh Kejari Sumba Timur, sehingga dana desa yang cukup besar diperuntukan secara baik dan benar untuk kesejahteraan masyarakat,” harapnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *