Kapolres SBD Tindak Warga Yang Bawa Parang di Jalan Umum

  • Whatsapp

TAMBOLAKA KABARNTT.CO—Kapolres Sumba Barat Daya (SBD),  AKBP Sigit Harimbawan, SH, SIK, MH, menegaskan aparat polisi akan menindak warga yang membawa parang dan benda tajam di jalan umum.

Sigit mengatakan hal itu dalam jumpa pers bersama Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, di Lopo Rumah Jabatan Bupati, Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Kami tetap berupaya memberikan edukasi supaya masyarakat di sini lebih tertib lagi. Budaya-budaya melawan arus di sini masih cukup tinggi. Kemudian juga budaya membawa parang,” jelas  Sigit.

Sigit mengakui bahwa membawa parang di Sumba sudah menjadi adat, dan itu semua ada peruntukannya. “Kalau membawa parang pada saat upacara adat,  kami masih bisa memberikan toleransi, tetapi kalau berkendaraan di jalan umum dan bawa parang tidak diperbolehkan,” katanya.

“Saat ini kami memberikan himbauan terus,  nanti ke depan kita akan melakukan tindakan-tindakan terhadap rekan-rekan yang membawa parang atau benda-benda tajam yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” tegasnya.

Sigit juga mengungkapkan warga SBD masih rendah mematuhi aturan lalu lintas.

Sigit menjelaskan, saat ini sejak tanggal 20 September hingga 3 Oktober, Polri sedang menjalankan Operasi Patuh Ranakah secara serentak di seluruh Indonesia.

Khusus untuk SBD, kata Sigit, pihaknya lebih menekankan untuk meningkatkan keamanan, keselamatan,  ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) terutama melakukan kegiatan preemif, preventif dan penegakan hukum bagi pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi pada kecelakaan lalu lintas.

“Untuk kegiatan operasi patuh ini kami menghimbau masyarakat SBD pada umumnya agar selalu mematuhi ketentuan-ketentuan dalam berkendaraan,  salah satu contoh menggunakan helm,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sigit menuturkan,  selama beberapa hari setelah berada di SBD, dirinya melihat tingkat kesadaran berlalu lintas dengan baik di SBD masih kurang atau belum patuh pada aturan-aturan lalu lintas.

Sigit menambahkan jika membawa kendaraan wajib hukumnya menggunakan helm. Sesuai aturan satu dua meter kita keluar dari rumah wajib menggunakan helm. Karena untuk keselamatan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Gunanya untuk melindungi keselamatan yang menggunakan helm. Setidaknya meminimalisir kecelakaan khususnya di bagian kepala. Jadi bukan suatu hal yang perlu dibijaki karena berkendara motor wajib menggunakan helm,” pungkasnya.

Untuk diketahui acara jumpa pers dihadiri Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, didampingi Kapolres SBD, AKBP Sigit Harimbawan, SH, SIK, MH, Dandim 1629/SBD, Letkol Inf. Alfat Denny Andrian, Kadis Kominfo SBD, drh. Ririmeha A. Praing, MP., Kadis PMD, Drs. Dominggus Bulla, M.Si, Kadis PUPR, Wilhelmus Woda Lado, ST., Kadis Peternakan, drh. Oktavianus Dapadeda, M.Si., dan  Bappelitbangda, Yohanes Robert Mbae, S.Sos. (ota)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *