Gunakan Bahan Peledak, Nelayan NTB Diamankan di Labuan Bajo

  • Whatsapp

LABUAN BAJO KABARNTT.CO–Dua unit kapal nelayan, yakni KM Anak Sayang dan KM Cahaya Hidup asal Kecamatan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diamankan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penangkapan terhadap awak dan dua kapal ini dilakukan tim patroli rutin KP Bharata 8004 milik Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Baharkam Polri).

Bacaan Lainnya

Dua kapal dan awak ini ditahan karena diduga kuat melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan) di wilayah perairan bagian utara  Pulau Komodo, NTT.

“Kedua kapal ini kami amankan, Sabtu (25/9/2021) lalu,” ungkap Komandan KP Bharata 8004 Ditpolair Baharkam Polri, Kompol Ronaldo Manurung, di Labuan Bajo, Senin (27/9/2021) siang. Manurung  didampingi Panit Sidik Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT, Ipda Suherman.

Dari kapal tersebut, urai Manurung, ditemukan bahan peledak untuk menangkap ikan. Karena itu tim langsung mengamankan kedua kapal tersebut dan langsung diamankan di Labuan Bajo, dikarenakan lokus penangkapan ada di wilayah perairan Provinsi NTT.

“Selain kapal, kami juga amankan nakhoda dan awak kapal yakni 3 orang dari KM Anak Sayang dengan nakhoda berinisial J (42 tahun), dan 2 anak buah serta dua orang dari KM Cahaya Hidup yakni nakhoda dengan inisial J (30) dan satu ABK,” beber Manurung.

Setelah diamankan pihak Patroli KP Barata selanjutnya langsung diserahkan ke penyidik Dit Polairud Polda NTT di Labuan Bajo untuk diproses lebih lanjut.

Sementara itu, Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Nyoman Budiarja, S.I.K., M.Si, melalui Ipda Suherman selaku Panit Sidik Subdit Gakum Dit Polairud Polda NTT menerangkan, pihaknya sudah menerima pelimpahan berkas laporan polisi dari kapal Patroli KP Barata Mabes Polri untuk diproses lebih lanjut.

“Setelah diamankan KP Barata Mabes Polri, selanjutnya langsung diserahkan ke penyidik Dit Polairud Polda NTT. Dan kami sudah terima pelimpahan laporan polisi untuk diproses selanjutnya,” kata Suherman.

Sementara kelima orang terduga mulai diperiksa sebagai saksi. Dalam waktu dekat akan diinformasikan terkait status para terduga.

“Untuk terduga ABK Kapal Anak Sayang akan dikenakan 2 pasal terkait senjata api, juga bahan peledak yaitu pasal1 ayat 1 UU no 12 1951 dan UU 31 Tahun 2004 tentang perikanan yaitu menangkap ikan menggunakan bahan peledak,” terangnya.

Sementara untuk Kapal KM Cahaya Hidup diduga melanggar satu pasal yaitu pasal 84 ayat 1 undang bo 31 Tahun 2004 tentang kelautan dan perikanan.

Dari kedua kapal tersebut ditemukan bahan peledak dan ikan yang diduga kuat hasil tangkapan menggunakan bahan peledak. Pelaku berasal dari Desa Bajo Pulo, Kecamatan Bima, NTB. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *