Banyak Perubahan, DPRD dan Masyarakat Apresiasi Kejari TTU

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.CO — Kiprah Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) pasca pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) memuaskan publik.

Tingkat kepuasan tersebut tidak hanya terjadi pada penindakan terhadap sejumlah kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh lembaga hukum di bawah kepemimpinan Kajari, Roberth Jimmy Lambila. Pola pelayanan publik kepada masyarakat pun ikut berbenah dan terus memberikan yang terbaik dan sangat memuaskan.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPRD TTU, Yasintus Lape Naif, Minggu (30/5/2021) mengapresiasi kiprah Kejari TTU dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Kita sangat mengapresiasi Kejaksaan Negeri TTU yang sudah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan membuka pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) yang membantu masyarakat dalam mengakses semua informasi dan pelayanan,” ungkap Yasintus.

Yasintus mengatakan, masyarakat yang datang ke Kantor Kejaksaan Negeri TTU untuk mendapatkan pelayanan merasa aman dan nyaman sehingga anggapan masyarakat banyak akan institusi Kejaksaan Negeri TTU yang selama ini hanya dikenal sebagai sebuah institusi yang menakutkan terbantahkan.

Selain itu, kata Yasintus, komitmen Kejari TTU melalui pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di wilayah hukum Kejari TTU dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terbukti dan sangat memuaskan.

Secara terpisah, apresiasi terhadap Kejari TTU juga datang dari masyarakat Desa Naikake B, Andreas Elu. Menurut Elu, Kejari TTU selalu mengutamakan pelayanan publik yang baik kepada setiap masyarakat yang membutuhkan.

Andreas yang selama ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa di Desa Naekake B mengaku mendapat pelayanan yang maksimal dari Kejari TTU.

Bahkan, kata Andreas, selama menjalani pemeriksaan pihaknya diperlakukan selayaknya seorang raja yang diberikan makan dan minum secara teratur. Biaya transportasi pun ditanggung oleh Kejari TTU.

“Selama ini kami hanya dengar saja tentang kejaksaan. Informasi tentang lembaga ini sangat menakutkan apabila kita berurusan, namun saat saya diperiksa sebagai saksi ternyata saya mendapat perlakuan yang baik seperti seorang tamu yang diistimewakan. Dijamu seperti tamu yang berkunjung ke rumah kerabatnya. Itulah wajah Kejaksaan Negeri TTU saat ini. Kami berharap pelayanan ini terus dijaga sehingga semua masyarakat yang berurusan dengan kejaksaan mendapat perlakuan yang sama,” tutur Andreas.

Sementara  Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, kepada wartawan, Minggu (30/5/2021), menyampaikan bahwa Kejari TTU sebagai aparat pemerintah dalam hal penegakan hukum merupakan abdi negara sekaligus juga abdi masyarakat.  Untuk itu harus siap dan tulus dalam menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat.

Dikatakan Roberth, dengan dilakukan pencanangan zona integritas di wilayah Kerja Kejaksaan Negeri TTU, maka dituntut ada perubahan perilaku secara institusi maupun personal pun harus dilakukan untuk sebuah tujuan yang mulia dalam memberikan pelayanan hukum terbaik bagi masyarakat.

“Mari kita bersungguh-sungguh dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan dalam memberi pelayanan hukum terbaik bagi masyarakat. Yakinlah usaha keras tidak pernah membohongi hasil yang tercapai, komitmen menjadikan zona integritas sebagai budaya kerja kita. Salam perubahan untuk Kejari TTU menuju WBK WBBM,” ungkap Robert. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *