Warga Geram, Hotel Pantai Pede Permai Usir Pengunjung Pantai

  • Whatsapp

LABUAN BAJO KABARNTT.CO–Sejumlah warga pengunjung yang bermain bola di Pantai Pede, Labuan Bajo, Manggarai Barat,  geram. Pasalnya,  mereka diusir petugas keamanan Hotel Pantai Pede Permai.

Peristiwa itu terjadi di Pantai Pede, Desa Gorontalo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Selasa (15/9/2020) sekitar pukul 17.00 Wita.

Bacaan Lainnya

“Sempat terjadi adu mulut dengan pihak sekuriti hotel tersebut. Kita dengan teman-teman bermain bola di pasir pantai, bukan di halamannya hotel. Tiba-tiba pihak sekuriti hotel bernama Maksi datang menghampiri dan melarang kita bermain bola,” tutur seorang warga bernama Sutanto.

Ia meneruskan, oknum  sekuriti itu  meminta dirinya agar menyingkir dari pantai tersebut. Kata sekuriti dan staf pihak hotel, lokasi pantai tersebut bukan tempat bermain bola.

Akan tetapi sebelum Sutanto dan rekannya bergegas, ia sempat bertanya ke oknum sekuriti tersebut, mengapa pihak hotel melarang warga pengunjung, bermain di area pantai tersebut.

“Dengan santainya ia menjawab, bahwa setiap pengunjung yang bermain bola di area tersebut  dapat memicu perusakan terhadap tanaman milik hotel di area pantai,” ujar Sutanto mengulangi jawaban petugas  hotel.

Padahal ia bersama sahabatnya bukan bermain di halaman milik hotel tersebut. Dirinya mengaku sangat kesal dan geram.

Tidak puas dengan tindakan petugas keamanan hotel itu, Susanto kemudian melaporkan kejadian itu.

Ia berharap, terhadap kawasan pantai yang ada di Labuan Bajo tidak boleh ada privatisasi dari pihak hotel manapun. Karena wilayah pantai merupakan area publik.

“Jangan sampai seluruh kawasan pantai di Labuan Bajo semuanya dilarang bagi warga. Ini kan milik umum,” kata Sutanto kesal.

Sementara itu saat media meminta informasi dari pihak hotel, petugas keamanan bernama  Maksi menerangkan bahwa tindakan pengusiran dan larangan tersebut merupakan instruksi dari pemilik Hotel Pantai Pede Permai.

Ia mengakui hotel sekitar pantai juga memberlakukan larangan yang sama terhadap pengunjung Pantai Pede, seperti Hotel Laprima dan Hotel Bintang Flores yang ada di sepanjang Pantai Pede.

“Saya juga pernah dilarang ketika bermain di Hotel Laprima dan Bintang Flores. Saya juga dilarang pihak hotel tersebut, sehingga atas kejadian itu saya pun memberlakukan hal yang sama,” tegas Maksi.

Informasi tersebut juga diperkuat dengan pengakuan Yohanes Ardianto, salah satu petugas Hotel Pantai Pede Permai.

Menurut Ardianto, Labuan Bajo merupakan daerah hotel dan penunjang pariwisata.

“Ini kan hotel, bagaimana mungkin tamu-tamu saya tenang kalau ada warga yang ribut bermain di sepanjang pantai?  Ini sangat mengganggu tamu yang ada di sini,” tegas Ardianto.

Menurutnya, jika tamu hotel sedang istirahat warga tidak boleh mengganggu. Apa lagi bermain bola sepanjang pantai tersebut.  (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *