Warga Bluwa, Lembata Blokir Pintu Masuk Gudang Himalaya

  • Whatsapp
????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

LEWOLEBA KABARNTT.CO—Sekelompok warga Bluwa, Kelurahan Lewoleba Barat, Kabupaten Lembata, Kamis (27/8/2020) malam,  memblokir pintu masuk gudang Himalaya dengan batu dan kayu.

Aksi warga ini dipicu kekecewaan mereka terhadap pemilik gudang yang dianggap melanggar kesepakatan bersama warga sebelumnya, Senin (10/8/2020) lalu.

Bacaan Lainnya

Salah satu kesepakatan yang dilanggar yakni masih adanya sejumlah aktivitas proyek dan keluar masuknya  kendaraan besar di gudang yang berada di pemukiman warga tersebut.

Menurut warga, aktivitas proyek dan keluar masuknya kendaraan besar di dalam lokasi sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Yulianus Bura,  warga yang ikut aksi pemblokiran menyebutkan, warga meminta agar semua aktivitas proyek dan keluar masuknya kendaraan di dalam gudang ini dihentikan sesuai kesepakatan yang sudah dibuat.

Aksi pemblokiran itu, kata Yulianus, bukan untuk menghalangi kegiatan para pekerja di dalam gudang, melainkan sebagai bentuk protes warga supaya kendaraan-kendaraan proyek berukuran besar tidak lagi beroperasi keluar-masuk gudang yang melintas di area pemukiman warga.

“Tuntutan kami jelas, dihentikan dulu semua aktivitas di dalam sini. Ini pemukiman warga, tidak bisa seenaknya,” kata Yulianus.

Pada pertemuan sebelumnya dengan pemilik gudang, Christoforus Tanur, sudah disepakati beberapa hal, di antaranya:

 

  1. Pemilik bangunan bersedia mengurus surat-surat berkaitan dengan izin mendirikan bangunan dalam waktu secepatnya.
  2. Pemilik bangunan bersedia melakukan rabat jalan yang sudah ditentukan sepanjang kurang lebih 100 meter sebagai solusi dari dampak yang dirasakan masyarakat.
  3. Pemilik bangunan bersedia memindahkan semua aktivitas mesin  vibro roller ke tempat lain. Aktivitas dalam area bangunan dihentikan.

Pemilik gudang Himalaya, Christoforus Tanur, mengemukakan bahwa sejak ada pertemuan dengan warga sudah tidak ada lagi aktivitas proyek di dalam gudang tersebut.

“Tidak ada kegiatan, hanya parkir kendaraan saja,” kata Christoforus.

Tumpukan material di dalam gudang tersebut, kata Christoforus, didatangkan untuk keperluan rabat jalan di depan gudang sepanjang 100 meter berdasarkan hasil kesepakatan dengan warga.

“Itu untuk rabat hanya kan saya belum tahu rabatnya dari mana ke mana,” tandasnya.  (yua)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *