Uang di Rekening BRI Raib, Brito Kefi Lapor Polisi

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.CO—Brito Kefi, nasabah  BRI Cabang Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU) kehilangan uang di rekeningnya sebanyak Rp 21 juta lebih. Tidak terima kenyataan ini, Brito melaporkan kasus ini ke polisi.

Brito mengetahui uangnya raib setelah dirinya melakukan pengecekan uang di rekening, Senin (20/7/2020).

Melalui kuasa hukumnya, Robert Salu, SH & Partner, Brito kemudian membuat laporan polisi dengan nomor laporan LP/252/VII/YAN.2.5/2020/RES TTU. Dia berharap polisi menyelidiki siapa yang telah mencuri uang dari rekening pribadi  tanpa sepengetahuannya.

Kepada kabarntt.co, Selasa (21/7/2020),  Robert mengatakan, dia mendampingi kliennya Brito Kefi membuat laporan polisi dengan tuduhan pencurian sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana 4 tahun penjara.

“Klien saya mengalami kehilangan uang sebanyak Rp 21 juta lebih. Dan hal ini baru diketahui ketika klien saya melakukan pengecekan rekening pada Senin 20 Juli 2020. Saat itu klien saya kaget karena ada penarikan uang sebesar 21 juta lebih yang dilakukan pada tanggal 22 Juni sampai tanggal 16 Juli 2020,” urai Robert.

“ATM milik klien saya selama ini hanya dipegang oleh Putu Wisang (Almarhumah) selaku staf keuangan klien saya, yang mengelola penjualan telur perusahaan klien saya, dan pin ATM milik klien saya hanya diketahui oleh Alm. Putu Wisang,” sambung Robert,

Menurut Robert, ada hal yang aneh di balik hilangnya uang milik kliennya karena Putu Wisang meninggal pada tanggal tanggal 21 Juni 2020, namun penarikan secara terus menerus dilakukan beberapa kali mulai dari tanggal 22 Juni sampai dengan tanggal 16 Juli 2020.

“Ini aneh dan ada yang tidak beres. Putu Wisang meninggal tanggal 21 Juni 2020, tapi penarikan dilakukan terus menerus dari tanggal 22 Juni sampai dengan 16 Juli 2020. Artinya bahwa menjadi pertanyaan siapa yang melakukan penarikan uang milik klien saya?” tanya Robert.

Robert mengungkapkan juga bahwa barang bukti yang disertakan dalam laporan ini adalah print rekening koran yang bisa menjelaskan bahwa penarikan uang itu terjadi pada hari apa, jam berapa dan berapa jumlah yang ditarik setiap kali penarikan.

“Berdasarkan hasil print rekening koran ada beberapa kali penarikan. Klien saya menggunakan ATM Gold dan jumlah minimal yang ditarik Rp 200 ribu sedangkan jumlah maksimal 12 juta,” jelas Robert.

Robert berharap agar kasus ini segera diproses, karena menurutnya, untuk membuktikan siapa pelaku pencurian sangat mudah ketika sinkronkan rekening koran milik kliennya dan CCTV pada mesin ATM.

“Kami percayakan  penuh pada pihak kepolisian untuk mengusut siapa pelaku pencurian ini,” kata Robert. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *